JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing pada instrumen rupiah dalam sebulan meningkat sebesar Rp17,9 triliun. Dalam sepekan terakhir di bulan Oktober ada dana asing masuk sebesar Rp1,8 triliun.
"Sampai dengan Oktober, penempatan investor asing terbesar secara nominal masih di SUN diikuti SBI dan saham," ungkap Kabiro Humas BI Difi Johansyah dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (3/11/2010).
Hingga 29 Oktober lalu, jumlah total aliran dana asing sebesar Rp285 triliun. Nilai tersebut meningkat 0,6 persen dari pekan sebelumnya sebesar Rp283,23 triliun atau meningkat 72,3 persen dibandingkan pencapaian awal tahun sebesar Rp165,39 triliun.
Komposisinya sebesar Rp72,31 triliun tersimpan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Di antaranya SBI 3 bulan (Rp40,34 triliun), SBI 6 bulan (Rp30,19 triliun), SBI 9 bulan (Rp2,1 triliun). Sementara di Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp191,84 triliun dan instrumen saham Rp20,45 triliun.
"Penempatan asing pada SBI dan SUN masing-masing meningkat sebesar Rp470 miliar dan Rp430 miliar," tambahnya.
Sehingga berdampak pada peningkatan pangsa SBI asing dari 32,25 persen menjadi 32,28 persen. Sementara pangsa SUN asing turun dari 30,25 persen menjadi 30,20 persen atas new issurance sebesar Rp2,5 triliun pada tanggal 28 Oktober 2010.
"Investor asing juga mencatat net beli saham sebesar Rp430 miliar dengan transaksi asing yang mencapai 32,28 persen dari total transaksi saham," pungkasnya.(adn)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.