Getting time...

IPO, AIA Raup Dana USD20,5 Miliar

Rabu, 3 November 2010 08:09 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
HONG KONG - American International Assurance (AIA),unit bisnis American International Group (AIG),menyatakan penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) di Hong Kong meraih sukses.

“IPO AIA di Hong Kong berhasil meraup dana USD20,5 miliar setelah semua opsi greenshoe tereksekusi. Total saham yang ditawarkan 8,08 miliar lembar,” kata Juru Bicara AIA di Hong Kong seperti dikutip dari AFP.

Hasil ini mengukuhkan IPO AIA menjadi terbesar ketiga di dunia pada 2010. AIA menyatakan, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk membantu AIG membayar utang bailout USD182 miliar kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS).

AIG mendapatkan bailout saat menghadapi kebangkrutan pada krisis keuangan global lalu. Senin lalu AIG juga akan menggalang dana USD16,2 miliar dengan menjual American Life Insurance Company (ALICO) kepada MetLife Inc. AIG terpaksa melaksanakan IPO AIA di Hong Kong setelah rencana akuisisi Prudential Plc gagal pada Juni lalu. Prudential sempat mengajukan penawaran akuisisi AIA dengan nilai USD35,5 miliar.

Direktur Penjualan DBS Vickers Hong Kong Peter Lai menyatakan minat investor atas saham AIA sangat besar.“Banyak investor institusi membeli saham (setelah IPO) karena porsi saham yang mereka dapatkan sangat kecil,” ungkap dia.

Pada debut Jumat lalu, saham AIA melesat 17 persen menjadi 23,05 dolar Hong Kong per lembar.Saat IPO harga AIA hanya 19,58 dolar Hong Kong.Pada perdagangan kemarin pagi, harga saham AIA turun 1,1 persen menjadi 22,75 dolar Hong Kong.

Investor institusi utama,termasuk dana investasi asing Kuwait dan beberapa konglomerat Hong Kong, juga membeli saham AIA. Dua teman perempuan konglomerat Hong Kong Joseph Lau membeli saham AIA senilai 11,2 miliar dolar Hong Kong atau setengah dari jatah investor individu. Beberapa pakar menilai investasi di saham AIA sangat menjanjikan. Kinerja keuangan AIA di 15 negara di Asia sangat sehat.

AIA berhasil membukukan laba bersih USD1,75 miliar pada 2009. Lai menilai,bisnis AIA di China dan India sangat bagus sebab penetrasi asuransi di dua pasar ini masih sangat rendah.

“Sistem jaminan sosial di dua negara ini sangat rendah. Seiring bertambahnya warga kaya di China dan India, permintaan asuransi akan naik dan AIA akan mendapatkan kue tersebut,” ujar dia.

Sementara analis CLSA Hong Kong Patricia Cheng berpendapat berbeda.Pasar AIA di beberapa negara mulai turun meski dia mengakui bahwa brand AIA semakin kuat. “Investor datang ke Asia untuk tumbuh. Hari ini AIA tidak bisa mewujudkan hal itu,”kata dia dalam laporan tertulis yang diumumkan bulan lalu.


AIG Akan Bayar Bailout USD22 Miliar

Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa AIG akan mendapatkan dana segar USD22 miliar. Dengan dana tersebut,AIG akan membayar penuh bailoutyang diterimanya kepada Bank Sentral AS (Fed). Jika ini terlaksana, Pemerintah AS bisa mendapatkan untung dari dana pinjaman darurat USD180 miliar yang dikucurkan kepada AIG.

“Dana USD22 miliar akan didapat dari IPO AIA dan penjualan ALICO. Dana ini telah dialokasikan untuk AIG sesuai dengan moratorium 3 Oktober,”kata Departemen Keuangan AS.

Soal saham AIG, Departemen Keuangan AS menyatakan AIG akan menyelesaikan restrukturisasi pada kuartal I-2011. Pascarestrukturisasi, Pemerintah AS akan memiliki 92,1 persen saham biasa AIG atau sekitar 1,66 miliar lembar.

Setelah restrukturisasi tuntas, Pemerintah AS akan menjual saham ini di bursa. Berdasarkan harga penutupan pada Jumat lalu,saham AIG bernilai USD41,92 per lembar jadi total saham Pemerintah AS bernilai USD69,68 miliar. Sementara total investasi Pemerintah AS di AIG hanya USD47,5 miliar.

Valuasi ini tidak menghitung special purpose vehicles (SPV) yang punya kepemilikan di AIA, MetLife, dan anak usaha AIG di Taiwan Na Shan, Star Life, dan Edison Life Insurance di Jepang,dan International Lease Finance Corporation, sebuah perusahaan pembiayaan pesawat terbang di Jepang.

“Diharapkan proses monetization aset-aset ini akan digunakan untuk membayar kepentingan SPV secara penuh,” kata Departemen Keuangan AS.

Dua SPV untuk bailout Fed, Maiden Lane II dan Maiden Lane III,memiliki aset hipotek AIG yang nilainya melebihi pinjaman Fed. Total pinjaman sebesar USD27,8 miliar.“Pinjaman ini akan dibayar penuh dari aset yang dipegang oleh SPF,” imbuh Departemen Keuangan AS. (Achmad Senoadi/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit