Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI-Jerman Bangun Pabrik Turbin Uap

Sandra Karina , Jurnalis-Jum'at, 05 November 2010 |16:25 WIB
RI-Jerman Bangun Pabrik Turbin Uap
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan asal Jerman, Siemen AG dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) menandatangani perjanjian joint venture (JV) untuk membangun pabrik turbin uap untuk industri. Nilai investasi kerja sama itu sekitar 12 juta euro.

Presiden Direktur NTP Supra Dekanto mengatakan, rencananya, pabrik turbin tersebut akan bernama PT Siemens Industrial Power Indonesia (Siemens Industrial) yang berlokasi di Bandung dan mulai beroperasi bulan Maret 2011.

"Semester II tahun 2011, kami menargetkan siap memproduksi empat unit turbin uap. Hingga akhir 2012, produksi ditargetkan mencapai 40 unit turbin uap. Kapasitasnya berkisar 3-15 megawatt," kata Supra di Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Menurut Supra, pengumuman susunan direksi dan manajemen Siemens Industrial dijadwalkan akan dilakukan pada 3-4 bulan mendatang. Siemens AG, kata Supra, menempati posisi Presiden Direktur dan dua Komisaris. Sedangkan posisi Presiden Komisaris dan Direktur Pemasaran, lanjut dia, ditempati oleh perwakilan NTP.

"Porsi sahamnya didominasi oleh Siemens AG yakni 60 persen dan NTP sebesar 40 persen," ucap Supra.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Chanty Triharso mengatakan, kerja sama tersebut merupakan perintis untuk sektor turbin uap nasional. Pasalnya, kata dia, selama ini Indonesia masih mengimpor mesin turbin uap.

"Ini merupakan industri yang padat skill dan teknologi. Untuk mendorong, dibantu dengan insentif investasi berupa tax allowance. Untuk fasilitas lain, mungkin nanti," kata Triharso.

Triharso meyakini, walaupun beberapa bahan baku untuk membuat mesin turbin uap masih harus diimpor, namun masih dapat memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen. "Selain itu, standardisasi juga harus segera dibuat. Sehingga, produk yang masuk harus memenuhi standar. Itu untuk mendukung persaingan sehat di lahan yang sama," ujarnya.

Sementara itu, Supra menjelaskan, Siemens Industrial akan memproduksi turbin uap dengan merek Siemens SST-140 yang berkapasitas 3-15 megawatt. Mesin-mesin tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk PLN, pabrik gula, pabrik pupuk, dan pembangkit uap dari hasil pembakaran sampah.

CEO Oil and Gas Division for Industrial Power of Energy Sector Siemens AG Markus Tacke menambahkan, hasil produksi dari pabrik tersebut  berpotensi besar untuk memasok hingga ke Asean. "Jika proyek ini berkembang, akan dikembangkan untuk differensiasi. Untuk memproduksi turbin geothermal dengan kapasitas 55 megawatt," kata Markus.

Pada saat ini, kata Markus, Siemens AG memiliki sekitar 15 pabrik turbin di seluruh dunia.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement