Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor Kopi Arabika Aceh Naik 22% Jadi USD19 Juta

Salman Mardira , Jurnalis-Kamis, 02 Desember 2010 |11:29 WIB
Ekspor Kopi Arabika Aceh Naik 22% Jadi USD19 Juta
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

BANDA ACEH - Realisasi nilai ekspor kopi arabika Aceh selama Januari hingga September 2010 mencapai USD19 juta. Jumlah itu meningkat sebesar 22 persen dibanding dengan nilai ekspor periode sama tahun sebelumnya.

“Terjadi peningkatan sekira 22,12 persen,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Nurdin di Banda Aceh, Kamis (2/12/2010).

Nilai ekspor komoditi itu pada Januari-September 2009 sekitar USD15 juta. Nilai itu meningkat sekira USD3 juta pada periode sama tahun ini, mencapai USD19 juta. Menurut Nurdin, peningkatan itu dipicu oleh makin membaiknya permintaan dan harga kopi di pasar dunia. “Itu akibat dari semakin pulihnya perekonomian dunia dari krisis global,” ujar dia.

Peningkatan realisasi ekspor kopi Aceh juga terjadi pada volume. Jumlah diekspor selama Januari-September 2010 mencapai lima ribu ton, sedangkan periode sama tahun lalu sekira empat ribu ton.

Meningkatnya volume juga dipengaruhi oleh bertambahnya Negara tujuan ekspor kopi Aceh. Pada 2010, Portugal, Inggris, Swedia, Australia, dan Italia menjadi negara tujuan ekspor baru, selain Amerika Serikat (AS), Kanada, Meksiko, Selandia Baru, Belgia, Jerman dan Norwegia sudah tercatat sebelumnya.

Kopi arabika Aceh selama ini diekspor melalui pelabuhan Belawan, Sumatera Utara karena pelabuhan yang ada di Aceh belum memiliki fasilitas pendukung memadai. Dari 12 negara tujuan ekspor kopi Aceh, AS tercatat menjadi pasar penampung terbesar. Nilai ekspor komoditi itu selama Januari-September 2010 tembus USD12 juta.

Kopi arabika diekspor tersebut merupakan hasil bumi dari dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Menurut Nurdin, kopi arabika asal Aceh itu diakui memiliki citarasa khas dan terbaik di dunia, sehingga banyak diminati.

Selain menghasilkan kopi jenis arabika, Aceh juga menjadi sentra penghasil kopi robusta. Saat ini hanya jenis arabika saja yang menjadi komoditi andalan ekspor kopi, sementara robusta diolah dalam negeri.

Kedua varietas kopi berkelas dunia itu berbeda. Dibanding robusta, kopi arabika yang berbiji datar diakui memiliki kandungan kafein lebih rendah, hanya 0,8-1,4 persen dengan karakter rebusannya asam. Sedangkan robusta yang kandungan kafeinnya 1,7-4 persen, memiliki karakter rebusan pahit dan bijinya oval.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement