JAKARTA - Indonesia nampaknya masih belum siap untuk mengikuti ASEAN Linkage. Pasalnya, Indonesia masih harus banyak berbenah dalam mengupayakan hal tersebut.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Adikin Basirun, mejelaskan bahwa masih banyak yang harus dipersiapkan dalam proses penyempurnaan.
"Kita masih wait and see dan belum memutuskan. Tapi kita tetap ikut mewujudkan integrasi pasar modal,” katanya kepada wartawan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/12/2010).
Ditambahkannya, Indonesia masih harus berbenah diri bila memang nantinya perdagangan bursa terintegrasi di kawasan ASEAN akan terwujud. Di mana Indonesia harus mempersiapkan dan menguatkan infrastruktur dan daya saing Indonesia.
"Selain itu juga menyempurnakan peraturan, meningkatkan kualitas anggota bursa (AB), dan tentunya emiten di bursa," jelasnya.
Kemudian, komitmen tersebut dilakukan antarpemerintah yakni antara Indonesia dengan negara ASEAN. Di mana infrastruktur itu terkait dengan transaksi dan kesiapan AB maupun dari segi pengetahuan dan daya saing bukan hanya dari segi teknologi, produk, tapi juga distribusi channel.
"Pendekatan bursa ASEAN lebih ke arah market yang driven dengan kebutuhan mengintegrasikan trading. Pertama kali yang perlu disiapkan adalah jaringan untuk melakukan transaksi level bursa. Selanjutnya bagaimana mengenai peergantian mata uang dan peraturan yang harus diikuti bila ada perselisihan broker dengan klien," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.