Euro. Foto: Tredertech
FRANKFURT - Tingkat pinjaman perbankan ke sektor swasta di zona euro pada November lalu meningkat dua persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), tumbuhnya kredit tersebut merupakan pertanda bahwa sektor keuangan secara perlahan kembali normal meskipun masih dilanda krisis utang.
“Sebagai perbandingan, pada Oktober lalu pertumbuhan kredit zona euro hanya 1,5 persen ,”ujar juru bicara ECB seperti dikutip dari AFP.
Data tersebut, kata ECB, melanjutkan tren kenaikan pinjaman yang dimulai sejak April lalu. Secara terperinci, pertumbuhan kredit disumbang sektor rumah tangga meski melambat dari 2,9 persen menjadi 2,7 persen. Sementara peningkatan kredit untuk hipotek melemah menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen . Penurunan juga terjadi pada pinjaman untuk sektor perusahaan nonkeuangan sebesar 0,1 persen . Kendati demikian,penurunan tersebut dinilai lebih baik dibandingkan periode Oktober yang mencapai 0,5 persen.
“Ini adalah langkah terbatas diterima meski pada arah yang benar,” ujar ekonom IHS Global Insight’s Howard Archer.
Dia menambahkan, kenaikan tersebut menimbulkan harapan bahwa perbankan di zona euro kemungkinan akan lebih siap memberikan pinjaman kepada calon nasabah yang dianggap memiliki risiko minimal. Pada laporan lainnya,ECB juga mengatakan bahwa jumlah uang beredar zona euro pada bulan lalu tumbuh 1,9 persen ,naik tajam dari Oktober yang hanya 0,9 persen.
ECB menganggap data tersebut bisa menjadi acuan untuk menekan laju inflasi dalam jangka menengah.Tingkat pinjaman dan data uang beredar diharapkan diikuti indikator permintaan konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Jika terjadi peningkatan, laju inflasi bisa dijadikan alasan oleh ECB untuk menaikkan suku bunga acuannya. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)