Getting time...

Estonia, Negara Eks Soviet Pertama Pengguna Euro

R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Minggu, 2 Januari 2011 15:18 wib
Mata uang euro
Mata uang euro
TALLINN - Estonia menjadi negara eks Soviet pertama yang menggunakan mata uang baru yakni mengadopsi euro dan mengawali tahun baru ini menjadi anggota ke-17 di zona euro, sebuah blok yang saat ini sedang terganggu oleh masalah utang.

Diketahui, Uni Eropa membebaskan diri dari Uni Soviet yang pecah pada tahun 1991. Estonia sendiri kala itu enggan berpisah dari mata uang lama mereka yakni Kroon, yang diadopsi sejak tahun 1992 untuk menggantikan rubel Soviet.

Perdana Mentri Estonia, Andrus Ansip pada tengah malam Tahun Baru secara simbolis menarik uang kertas euro baru dari sebuah mesin bank yang dipertontonkan di National Opera saat menerjang suhu di bawah nol derajat.

"Itu satu langkah kecil untuk zona euro dan satu lompatan yang besar bagi Estonia," ujar Ansip seperti dikutip dari AFP, Minggu (2/1/2011).

Ansip menambahkan, Estonia merupakan negara termiskin di zona euro, sehingga memiliki banyak hal yang harus dilakukan setelah tujuan untuk mencapai langkah-langkah di zona euro terselesaikan. Seperti diketahui, pengangguran di Estonia tercatat mendekati 20 persen pada tahun lalu di negara yang memiliki 1,3 juta penduduk ini.

Secara perekonomian, Estonia juga berjuang untuk bisa pulih dari resesi yang membuat PDB menyusut sebanyak 14 persen. Menurut bank sentral Estonia, PDB pada tahun 2010 bisa meningkat sebesar 2,5 persen dan diperkirakan akan melesat 4,2 persen di 2011 ini.

Sementara itu, vendor yang membuka kios-kiosnya pada Tahun Baru di Tallin mengatakan bahwa sebagian besar pelanggan mereka sudah menggunakan mata uang euro. "Saya membuka toko pukul 09.00 waktu setempat dan kami dibayar dengan menggunakan euro,” ungkap salah satu penjual lilin dan anggur, Jaanus Oidsalu.

Pemerintah benar-benar tengah memperjuangkan bahwa dengan beralih ke euro ini adalah sebagai pemikiran yang baik meskipun terdapat gejolak utang di zona euro di mana mendapat sambutan yang biasa saja di Estonia.

Survei membuktikan bahwa Estonia mendapat dukungan untuk masuk ke dalam zona euro yang sedang dilanda krisis sekira 50 persen dan hanya 40 persen yang menentang.

Namun pemerintah, telah lama berusaha bahwa dengan mengadopsi euro akan membangun kepercayaan investor dan menjadi keuntungan bisnis karena 80 persen dari perdagangan Estonia ada dalam 27 negara Uni Eropa.

Penentang yang tak setuju menggunakan euro mengatakan bahwa Estonia tidak jauh lebih buruk dengan euro di bawah ancaman krisis setelah dana talangan diberikan untuk Yunani dan Irlandia, Serta adapula kekhawatiran tentang Portugal dan Spanyol.

"Estonia seperti seorang penumpang yang mendapat tiket terakhir di kapal Titanic," ungkap Anti Poolamets, kepala euroskeptis dari kampanye "Save the Kroon".

sekadar informasi, selama 19 tahun terakhir Kroon telah melakukan lebih dari sekadar nilai moneter untuk Estonians dan dipandang sebagai tanda nyata dari keberhasilan perjuangan pasien pasca-perang negara untuk kemerdekaan dari Uni Soviet.

"Ketika kita beralih dari rubel ke mata uang Kroon kita sendiri, Saya menangis seperti kebanyakan Estonians hari itu. Tidak ada emosi seperti sekarang, hanya perasaan netral," Ungkap Sirje Kaart kepada AFP saat ia menarik uang kertas euro pertamanya.

Sementara itu, Presiden Estonia Toomas hendrik ilves sedang menyoroti simbolisme mantan-komunis Soviet sebagai anggota pertama dan ketiga di zona euro, setelah Slovenia pada tahun 2007 dan Slovakia pada tahun 2009. “Bergabung dengan zona euro pada Januari 2011, itu berarti akan tiba di Eropa lagi,” jelas Ilves kepada AFP.

Estonia memasuki Uni Eropa dan NATO pada tahun 2004, dan zona bebas paspor Schengen Eropa pada tahun 2007. Kroon telah dipatok terhadap mata uang asing dari awal, pertama ke Jerman, kemudian pada tahun 2002 lahir lah euro. Adapun per satu euro dipatok 15,6466 kroons.

Untuk menghindari permasalahan, pelanggan diperbolehkan melakukan swap (peralihan) dari kroons ke euro sejak tanggal 1 Januari, dan dapat menggunakannya bersama euro dua minggu pertama di bulan Januari. Uang yang disimpan di rekening secara automatis pun akan terkonversi.

Kroons sendiri akan dipilih untuk ditukarkan di cabang bank umum sampai akhir tahun 2011, dan pada bank sentral Estonia untuk periode tak terbatas. "Dengan beralih ke euro, kita memiliki biaya bank-bank komersial sekira 15 juta euro (USD20 juta),” ungkap Kepala Asosiasi Pebankan Estonia, Riho UNT. (ade)
TWITTER »
twit