Getting time...

Tak Terima Tudingan Kebohongan Publik, Menteri Perekonomian Ramai-Ramai Konpers

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Rabu, 12 Januari 2011 20:54 wib
Menteri-Menteri Perekonomian Sedang Konferensi Pers Foto: Martin Bagya K/okezone
Menteri-Menteri Perekonomian Sedang Konferensi Pers Foto: Martin Bagya K/okezone
JAKARTA- Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengumpulkan sejumlah menteri bidang perekonomian dan mengadakan konferensi pers untuk menanggapi tuduhan sejumlah pihak yang menyatakan pemerintah telah memberikan paparan kinerja ekonomi yang tidak benar guna menutupi kegagalannya.

"Ini konpers menanggapi tuduhan beberapa pihak yang menyatakan pemerintah bohong tentang kinerja ekonomi di tahun kemarin," ungkap Hatta pada acara konpress yang diadakan di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan berdasarkan hasil evalusasi saat RKPP 2011 di JCC Senin lalu memang memunculkan miss persepsi bagi sejumlah pihak, namun dirinya membantah jika ada kebohongan didalamnya karena data sudah terukur lembaga kredibel.

"Kami evaluasi hasil raker JCC. Tampaknya dari paparan-paparan ekonomi, memang ada miss persepsi. Tapi jika dikatakan ada kebohongan publik dari pemerintah. Itu tidak benar, kami bantah pemerintah melakukan kebohongan publik. Data dan fakta terukur oleh lembaga kredibel, semua disampaikan. Demikian juga kendala, disampaikan dengan baik. Oke, kalau ada miss persepsi, ada hal yang belum dicapai, iya. Tapi kebohongan kami menolak," tegas hatta.

Hal tersebut juga ditanggapi Menteri kelautan dan perikanan Fadel Muhamad. "Saya merasa tersinggung dengan pernyataan Din Syamsudin yang mengatakan pemerintah bohong," ungkap Fadel.

Menurutnya ini bukanlah sikap yang dimiliki seorang intelek."Ini bukan sikap intelektual ini sikap arogan seharusnya tidak pantas jika pemimpin ormas islam bersikap seperti itu, jadi saya sangat tersinggung," tegasnya

Menurutnya jika dia melihat koran di luar negeri maka akan terbukti jika kinerja ekonomi Indonesia sudah baik."Harusnya dia baca koran luar negeri, karena dijelaskan pemerintah sudah right track dan saya menggangap kinerja ekonomi kita sudah baik," ungkapnya.

Namun dirinya menyatakan tidak akan menuntut, namun jika memang Din berencana untuk berbicara secaara kekeluargaan dirinya menyambut baik hal tersebut."Saya hanya mengatakan sebagai intelektual tidak akan tapi saya tidak akan menuntut silahkan jika memang akan berbicara langsung jangan lupa dulu kami ini teman," tambahnya

Menurutnya memang dalam bulan - bulan terakhir ini sikap Din berubah."Namun akhir-akhir ini saya melihat sikapnya menjadi aneh," tandasnya.(adn) (rhs)
  • lukman Muslimin » 0 Tanggapan
    mestinya tidak tersinggung berat. Biarkan terbuka. Justeru dihindari ada kelompok opportunis dan hipokrit yang mengeruhkan komunikasi antara pemerintah dengan para pemuka agama.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Agus S » 0 Tanggapan
    YANG TERJADI SESUNGGUHNYA KARENA RAKYAT SUDAH TERAMAT SANGAT SANGAT MUAK TERHADAP PEJABAT PEMERINTAH TERUTAMA SBY DAN APARATNYA YANG SANGAT TIDAK BECUS DAN SANGAT SANGAT BODOH DAN MENUTUP HATI NURANI DAN TELINGANYA ATAS PENDERITAAN RAKYAT SELAMA INI .
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit