Getting time...

Diintervensi, Bursa Bangladesh Melonjak 15%

Rabu, 12 Januari 2011 07:31 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
DHAKA - Setelah sempat anjlok tajam pada perdagangan Senin (10/1) dan memicu kerusuhan, indeks harga saham di Bursa Dhaka, Bangladesh, kemarin melonjak lebih dari 15 persen.

Bursa Dhaka kemarin mencatatkan rebound dengan kenaikan 1.005 poin atau 15,47 persen ke level 7.507. Namun, sejumlah analis memperingatkan pasar saham Bangladesh agar berhati-hati. Sebab, kenaikan indeks semata-mata karena intervensi pemerintah.

Senin lalu, indeks Bursa Dhaka anjlok 660 poin (9,25 persen) dan membuat investornya frustrasi. Mereka turun ke jalanan dan merusak kendaraan serta membakar barang-barang seperti kayu dan ban bekas sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja saham.

Rebound ini karena pasar diuntungkan kebijakan Securities and Exchange Commission (SEC) dan Bank Sentral yang menambah likuiditas,” ungkap Mahmud Osman, profesor keuangan dari Universitas Dhaka kemarin.

Dia menambahkan, intervensi memang akan membantu kinerja saham, tapi tidak baik bagi pasar. Dia juga mempertanyakan sejauh mana langkah tersebut menjaga kenaikan indeks saham.

Juru bicara Bangladesh Bank M Asaduzzaman mengatakan, setelah bursa saham ditutup sesaat setelah pembukaan Senin lalu, pemerintah memerintahkan perbankan milik negara membeli saham di Bursa Dhaka.

Selain itu, para dealer juga diberi kelonggaran mendapatkan pinjaman khusus dari perbankan untuk diinvestasikan di pasar modal. Mohammad Masum Bepery, salah seorang investor yang kehilangan 1,2 juta taka (Rp153 juta) dalam dua hari menyatakan, kebijakan tersebut investor ritel karena justru akan merusak kepercayaan.

“Ada pemerintah di samping reli ini. Mereka membuat harga saham melonjak untuk menyelamatkan muka,” tuturnya. (yanto kusdiantono/rini harumi w) (Koran SI/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit