Ilustrasi
ZURICH - Perbankan asal Swiss, UBS, kemarin menyatakan telah kembali membukukan laba tahunan sepanjang 2010, pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008 silam.
Tahun lalu, pendapatan bersih UBS mencapai 7,2 miliar franc Swiss (USD7,5 miliar) atau setara dengan Rp67,5 triliun.Sebagai perbandingan pada 2009 lalu,UBS menelan kerugian 2,7 miliar franc Swiss akibat lemahnya pasar keuangan.
“Meski kami membuat perubahan substansial selama 2010, kami menyadari bahwa kami harus terus memperbaiki hasil ini,”tutur Chief Executive Officer UBS Oswald Gruebel seperti dikutip dari AFP.
Khusus pada kuartal IV/2010, laba UBS melonjak menjadi 1,1 miliar franc Swiss.Angka ini jauh di atas kinerja kuartal sebelumnya yang hanya membukukan laba 818 miliar franc Swiss. Terakhir kalinya UBS mencetak laba adalah pada 2006 silam, yakni sebesar 12,6 miliar franc Swiss sebelum krisis kredit subprime mortgage melanda pasar keuangan. Bahkan pada 2008 lalu, UBS mencatatkan rekor kerugian lebih dari 20 miliar franc Swiss.
Pada tiga bulan terakhir di 2010, pulihnya kinerja UBS ditandai dengan kembali menguatnya kepercayaan nasabah pascakrisis.Selama periode tersebut aliran dana UBS mencapai 7,1 miliar francs Swiss. Dari jumlah tersebut, UBS melihat adanya aliran dana signifikan di sektor bisnis wealth management di kawasan Asia Pasifik seiring meningkatnya kesejahteraan.
“Kami optimistis bahwa secara keseluruhan aliran dana akan berlanjut pada kuartal I-2011,” tutur Gruebel.
Sementara itu, Chief Financial Oficer UBS John Cryan menambahkan, pada tahun lalu kinerja bisnis sekuritas memberikan tekanan karena fokus pada mengembangkan sumber daya manusia. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kembali bank investasi terkemuka itu setelah sempat pendapatan di sektor investasi menurun karena krisis.
“Kita harus melihat jangkauan bisnis,apakah kita harus berada di setiap baris, khususnya makro. Padahal ini berimplikasi pada menghilangkan beberapa posisi, meskipun tidak jumlah yang sangat besar,”kata Cryan.
Perbankan Eropa lain yang juga kembali mencatatkan kenaikan laba signifikan adalah Deutsche Bank.Pekan lalu, perbankan yang berkantor pusat di Frankfurt itu melaporkan laba bersih pada 2010 sebesar 2,3 miliar euro (USD3,2 miliar) atau setara dengan Rp28,8 triliun.
Namun, jika dibandingkan dengan 2009 kinerja Deutsche Bank tahun lalu lebih rendah karena sempat membukukan laba bersih 5 miliar euro.Turunnya laba Deutsche Bank tidak lepas dari upaya konsolidasi selama 2010. Saat itu mereka melakukan transisi bisnis dari semula membidik sektor ritel menjadi bank investasi sebagai bisnis intinya. Khusus pada kuartal IV-2010, laba bersih Deutsche Bank turun lebih dari 53 persen menjadi hanya 605 juta Euro. Ini karena tertekan biaya operasional pascamengakuisisi Postbank dan restrukturisasi biaya.
“Pada 2010 menjadi tahun investasi bagi kami dan mengubah bisnis Deutsche Bank,” ungkap Chairman Deutsche Bank Josef Ackerman.
Menurut Deutsche Bank, khusus bisnis investasi kenaikan pendapatannya naik 31 persen menjadi 4,6 miliar euro. Ackerman menambahkan, tahun ini mereka menargetkan laba bersih sebesar 10 miliar euro.Target tersebut cukup realistis karena diikuti keberhasilan menambah jumlah modal sekitar 10,2 miliar euro pada tahun lalu. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)