Ilustrasi. Foto: Corbis
WASHINGTON - Gubernur Bank Sentra Amerika Serikat (Federal Reserve/Fed) Ben Bernanke mengkritisi kebijakan otoritas moneter China yang menaikkan suku bunga acuan perbankan. Menurutnya, naiknya suku bunga acuan yang cukup mengejutkan itu bukan cara yang tepat untuk mengatasi inflasi.
Bernanke berpendapat, inflasi China akan lebih baik jika diatasi dengan cara membiarkan nilai mata uang yuan menguat dari pada membatasi permintaan domestik dengan menaikkan bunga acuan.
"Satu yang hal sedang terjadi adalah sedikit keterkejutan dalam cara mengatasi masalah inflasi. Cara yang mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka tidak menaikkan nilai tukar, sehingga ini akan mengurangi permintaan ekspor mereka,” kata Bernanke saat menyampaikan tertimoninya di depan Kongres Amerika Serikat (AS), dilansir dari AFP, Kamis (10/2/2011).
Menurut Bernanke, strategi terbaik yang bisa dilakukan China adalah membiarkan permintaan domestik meningkat dan membiarkan konsumennya menikmati standar hidup yang tinggi.
Pernyataan Bernanke merujuk kepada murahnya harga barang-barang China, sehingga jika nilai tukar yuan ditingkatkan akan memberikan kesempatan barang ekspor masuk dan bersaing di Negeri Panda.
Sekadar diketahui, Selasa kemarin lalu otoritas moneter China menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (0,25 persen) sehingga mendorong suku bunga deposito meningkat jadi tiga persen dan suku bunga pinjaman menjadi 6,06 persen dari semula 5,81 persen.
Kenaikan suku bunga acuan itu merupakan kali ketiga dilakukan Bank Sentral China dalam empat bulan terakhir sebagai upaya mengatasi laju inflasi dan mencegah gejala overheating perekonomian. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/ade)