Ilustrasi. Foto: Koran SI
FRANKFURT - Operator pasar modal Jerman, Deutsche Boerse dan NYSE Euronext, menyatakan akan bekerja sama guna mencapai ambisi sebagai bursa saham terbesar di dunia.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah bursa London dan bursa Toronto (TMX Group) sepakat melakukan merger. Naiknya kinerja pasar saham membuat operator bursa di dunia bersiap menyambut peluang ini.
Rencana sebelumnya juga diutarakan operator bursa saham Singapura (SGX) yang ingin menyinergiskan operasional dengan bursa saham Australia (ASX).
"Transaksi ini akan membuat grup operator bursa terbesar di dunia untuk mendukung bisnis derivatif dan manajemen risiko. Ini juga akan menjadi tempat para pemilik modal meningkatnya nilainya," ujar Deutsche Boerse dan NYSE Euronext dalam pernyataan resmi mereka, kemarin.
Kedua otoritas bursa ini menambahkan, pasar modal global akan mendapatkan keuntungan dari terbentuknya operator bursa gabungan ini sehingga akan lebih efisien dan transparan.
Merger itu juga diklaim akan membuat aturan yang ”lebih bersahabat” bagi perusahaan dan klien dari seluruh dunia. Berbeda dengan bursa London dan Toronto yang akan memfokuskan pada perdagangan komoditas bahan baku dan sektor energi, bursa Frankfurt dan NYSE Euronext akan membidik sektor keuangan.
"Saat ini kami sedang melakukan pembicaraan intensif, namun kesepakatannya belum mencapai final," kata Deutsche Boerse.
”Pertempuran antara bursa saham semakin terlihat. Pengumuman merger bursa menunjukkan bahwa pergerakan industri pasar modal semakin bergairah," ujar Pimpinan Capital Spread Simon Denham.
NYSE Euronext adalah operator bursa pada bursa New York, Paris, Brussel, dan Amsterdam. Artinya, jika merger dengan Deutsche Boerse terwujud akan menjadikannya yang terbesar di dunia, bahkan mungkin yang paling likuid dalam hal perdagangan saham.
"Bersatunya kelompok-kelompok bursa ini akan menawarkan kepada klien bahwa kami punya skala besar, inovasi produk, operasional dan efisiensi biaya.Kami juga akan membuat perubahan dalam hal solusi teknologi dan solusi lainnya,” kata pernyataan bersama bursa Frankfurt.
Berdasarkan informasi awal, merger akan mengalokasikan 59–60 persen saham untuk Deutsche Boerse dan 40–41 persen untuk NYSE Euronext. Bagi Deutsche Boerse, merger ini bukan yang pertama kali.
Sebelumnya bursa yang ada di Frankfurt ini bekerja sama dengan Euronext pada 2007. Kemudian Euronext bergabung dengan NYSE yang mengoperasikan bursa New York.
Deutsche Boerse juga pernah tiga kali mengajukan tawaran membeli operator bursa London, yakni pada 1998, 2000, dan 2005, namun semuanya ditolak.
Adapun merger antara bursa London dan bursa Toronto yang menghasilkan perusahaan baru akan menjangkau 20 pasar saham di Eropa dan Amerika Utara. Operator bursa baru ini memfokuskan pada perdagangan bahan baku seperti tembaga dan minyak mentah.
Saat ini TMX Group mengoperasikan Bursa Efek Toronto, Bursa Efek Montreal dan Bursa Efek Calgary. Adapun perusahaan baru hasil merger bursa London dengan TMX Group adalah LSEGTMX dan menjadikan salah satu bursa utama di dunia dengan jumlah perusahaan terdaftar sebanyak 6.700 emiten.
”Ini akan menjadi tempat bagi perusahaan internasional dari negara dan pasar yang sedang berkembang,” ungkap pernyataan bersama bursa London dan TMX. (yanto kusdiantono) (Koran SI/Koran SI/ade)