JAKARTA - McDonald's Indonesia yang dikelola PT Rekso Nasional Food menegaskan tidak akan menaikkan harga jualnya kendati McDonald's Corp sudah berancang-ancang menaikkan harga jualnya.
"Harga jual tidak akan kita naikkan," jelas Direktur Operasi dan Training Rekso Nasional Food, Koko Hadiono, saat ditemui di Jakarta, akhir pekan ini.
Diketahui, McDonald's Corp berencana untuk menaikkan harga jual makanannya pada tahun ini karena adanya kenaikan harga di 10 bahan baku komoditas yang digunakan perusahaan sehingga menaikkan ongkos produksi sekira 75 persen.
Dilansir dari Reuters beberapa waktu lalu, kenaikan harga ini nantinya akan berlaku di seluruh dunia. Ini dikarenakan penjualan dari restoran terbesar di dunia itu melemah dibandingkan yang sudah diekspektasikan pada Desember kemarin di Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Namun, Koko menegaskan bila keputusan adanya kenaikan harga jual di McDonald's Indonesia tidak mengikuti McDonald's lainnya. "Harga jual itu tergantung kita, kita kan punya harga sendiri," jelas Koko.
Adapun McDonald's memperkirakan kenaikan harga jual makanannya sebesar 2-2,5 persen pada tahun ini di AS dan 3,5 persen di Eropa. Adapun daging sapi, daging ayam, daging babi, roti dan produk susu, kertas, cola, kecap dan saus lainnya, serta buah dan sayuran menjadi daftar belanjaan utama bagi McDonald's AS.
Sekadar informasi, McDonald's secara mendadak menaikkan harga jual mereka di China tahun lalu karena adanya kenaikan harga komoditas di Negeri Tirai Bambu tersebut. Selain itu mereka juga menaikkan harga di Inggris sebagai antisipasi kenaikan pajak per 1 Januari kemarin di negeri ini. Diketahui, harga saham perusahaan ditutup naik tipis 37 sen atau 0,49 persen ke level USD75,38 di perdagangan New York Stock Exchange.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.