Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Gaet Investasi USD22 M dari Korsel

Koran SI , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2011 |07:45 WIB
RI Gaet Investasi USD22 M dari Korsel
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

SEOUL - Utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Korea Selatan (Korsel) yang diketuai Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berhasil menggaet investasi langsung sebesar USD22 miliar.

Investasi langsung (foreign direct investment/FDI) tersebut akan digunakan untuk percepatan pembangunan koridor ekonomi Indonesia dalam berbagai sektor.

“Kita bisa memastikan bahwa investasi langsung yang kita dapatkan sampai hari ini dari Korsel sudah mencapai USD22 miliar (sekitar Rp198 triliun),” kata Hatta di Seoul kemarin.

Hatta mengungkapkan, investasi langsung yang didapatkan antara lain pengembangan industri baja di Indonesia oleh Posco sebesar USD6 miliar dan Lotte Group untuk industri petrokimia USD3 miliar.

Lainnya dari Samsung yang ingin mengembangkan industri elektronika sebesar USD450 juta dan LG senilai USD340 juta. “Masih banyak yang lain, tapi intinya di situ,” katanya.

Hatta menjelaskan, pengusaha maupun Pemerintah Korsel sangat serius untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal itu terlihat dari banyaknya pembicaraan tentang prosedur pembiayaan, apa saja yang bisa diberikan, hingga bagaimana menggunakan pinjaman murah.

Hal-hal tersebut sudah direspons sangat baik oleh swasta Korsel yang berkomitmen berinvestasi di Indonesia. Pemerintah Korsel, terang Hatta, juga menyediakan pola pembiayaan yang disebut economic cooperation fund dengan bunga 0,15 persen.

Keseriusan Korsel tersebut harus segera disikapi dengan gerak cepat oleh Pemerintah Indonesia. Pembahasan lanjutan kerja sama kedua negara tersebut akan dibahas di Bali pada April mendatang.

Hatta mengatakan, Korsel tertarik koridor ekonomi Indonesia karena tidak memiliki hal serupa. Hatta mengatakan, kalau memungkinkan investor dari Korsel akan diarahkan untuk berinvestasi di Kalimantan dan wilayah Indonesia timur lainnya.

Menurut dia, semakin ke timur investasi yang ditanamkan, maka akan semakin bagus bagi kemajuan Indonesia. “Semakin ke timur, kita akan berikan insentif yang makin besar,” tandas mantan Menteri Perhubungan ini.

Jika investasi langsung tersebut masih dilakukan di wilayah Jawa dan Sumatera, maka secara otomatis pemerintah tidak akan memberikan insentif. Alasannya, perusahaan yang masuk ke wilayah Sumatera atau Jawa sudah secara otomatis mendapatkan banyak kemudahan, mulai dari ketersediaan infrastruktur maupun pasarnya. Hatta menjelaskan, Korsel sangat proaktif dalam pembahasan kerja sama ekonomi tersebut.

Bahkan lebih agresif dibandingkan Jepang dan China. Pemerintah Indonesia juga sangat percaya kepada Korsel. “Ini tidak menutup kerja sama kita juga dengan China dan Jepang. Tapi dengan Korsel pertama kali dilakukan karena termasuk negara yang potensial berinvestasi di Indonesia,” lanjutnya.

LAPORAN WARTAWAN SINDO
BERNADETTE LILIA NOVA
dari Seoul, Korsel

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement