Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bursa Global Merger, Bukan Ancaman Bagi RI

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2011 |12:48 WIB
Bursa Global Merger, Bukan Ancaman Bagi RI
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Tren merger bursa yang saat ini tengah dilakukan beberapa bursa-bursa efek di dunia dinilai bukan merupakan suatu ancaman bagi pasar modal Indonesia.

Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengungkapkan bila penggabungan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. Indonesia pun dinilai tidak perlu melakukan merger dengan bursa lainnya.

Hal ini dipaparkannya, saat ditemui dalam acara Sosialisasi Peraturan Bappepam-LK Nomor V.D.3, V.D.4, dan V.D.5, di Hotel Ritz Carlton, PP, Sudirman, Jakarta, Selasa (22/2/2011).

"Kalau sekarang kita melihatnya tidak perlu, masih banyak agenda domestik yang perlu kita laksanakan, seperti peningkatan dan pengembangan di bursa. Itu kita lakukan semua bersama-sama. Bursa juga punya program dengan anggota bursa yang ada, lalu bursa juga lihat perkembangan apa yang ada di global, juga melakukan beberapa perkembangan. Diharapkan bisa jadi bursa yang kuat," jelas Nurhaida.

Kebutuhan merger antarbursa di dunia ini, ditambahkannya, lebih dilihat untuk kebutuhan dan memperluas pasar yang dilihat dari sisi demand dan supply.

"Ada mungkin beberapa bursa di regional mengalami stagnan dan mencari jalan keluar untuk mengatasinya dengan cara merger. Kita lihat beberapa tahun ke depan, kalau memang perlu ya kita merger, tapi untuk saat ini mungkin belum," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement