Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tambah 40 Kantor Baru, Bank Pundi Tunggu Izin BI

Tambah 40 Kantor Baru, Bank Pundi Tunggu Izin BI
Logo Bank Pundi. Dok: Bank Pundi
A
A
A

JAKARTA - Bank Pundi mengungkapkan sedang menunggu izin operasional sekira 40 kantor baru dari Bank Indonesia (BI), di mana kantor tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

"Jumlah kantor tersebut merupakan realisasi atas rencana bisnis bank yang tertuang saat akuisisi dilakukan, di mana 60 kantor baru akan dibuka sampai dengan akhir kuartal I-2011," jelas Direktur Utama Bank Pundi Gandhi G Putra Ismail, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Dia menambahkan, saat awal diakuisisi, Bank Pundi memiliki 19 kantor yang tersebar di 12 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Makasar, Manado, Medan, Palembang, dan Lampung dengan sekira 500 karyawan.

"Kini, seiring dengan konsep bisnis yang baru yang membutuhkan jaringan kerja luas, Bank Pundi telah berkembang menjadi 31 kantor dan didukung oleh lebih dari 1.500 orang karyawan. Ke depan, Bank Pundi akan memperluas jaringan kerjanya agar dapat lebih terjangkau para nasabah dan mitranya di 33 provinsi," ungkapnya.

Sekadar informasi, pemegang saham pengendali Bank Pundi saat ini yakni PT Recapital Securities (Recapital Group) yang telah memberikan komitmennya untuk mengembangkan Bank Pundi. Sebagai langkah awal, Recapital Group telah memberikan dana sebesar Rp512 miliar untuk memperkuat struktur permodalan Bank Pundi.

"Selanjutnya, Recapital Group komit untuk menambah modal Bank Pundi setiap tahunnya, agar bank menjadi sehat dan berkembang dengan baik," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement