BANDUNG - Negara-negara di dunia menghadapi masalah besar, yakni kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Kenaikan ini terjadi karena anomali iklim global yang mengganggu suplai bahan baku.
Menteri Perindustrian M Syarif Hidayat menyebutkan, salah satu sembako yang sudah terkena dampak adalah minyak goreng.
"Bahan bakar minyak goreng kan CPO, yang kini harga per tonnya Rp1.000," kata pria yang biasa dipanggil MS Hidayat ini, dalam sambutan pasar minyak murah yang digelar Sinar Mas di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/3/2011).
Sehingga, sambungnya, pemerintah harus mensubsidi bahan bakar untuk membuat minyak goreng tersebut. Caranya, CPO dikenai bea cukai rendah sehingga perusahaan minyak goreng bisa memproduksi minyak dengan harga murah. "Maka perusahaan minyak goreng bisa gelar bazar minyak murah," ungkapnya.
Untuk itu, imbuhnya, Kementerian Perindustrian akan terus melakukan kerja sama dengan perusahaan minyak goreng untuk menggelar pasar minyak goreng murah.
Program tersebut, kata MS Hidayat, sasarannya desa-desa yang masyarakatnya mengalami daya beli rendah. "Kita gelar operasi ini berkesinambungan sampai harga normal kembali," terangnya.
Kriteria desa sasaran program pasar murah, kata ia, harus yang daya beli rendah, penduduknya padat, minimal 2.500 kk. "Harga minyak goreng kan sekarang Rp14 ribu per liternya. Nah, bagi masyarakat yang tak mampu beli dengan harga segitu sasaran kita," sebutnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.