Potensi Kerugian Ilegal Fishing Capai Rp20 T

Selasa, 22 Maret 2011 17:06 wib | Sandra Karina - Koran SI

Ikan Tuna Ikan Tuna JAKARTA - Maraknya kegiatan illegal fishing semakin meresahkan kalangan pengusaha sektor kelautan dan perikanan. Pasalnya, tindakan yang melanggar hukum itu mengakibatkan kerugian hingga mencapai Rp10-20 triliun per tahun.

Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, komoditas perikanan laut adalah salah satu sumber daya alam yang menjadi primadona kegiatan ekonomi kelautan.

Sayangnya, kata dia, komoditas ini kerap menjadi santapan nelayan asing melalui illegal fishing. Yugi mengatakan bahwa para pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan menderita kerugian akibat tidak optimalnya hasil tangkapan ikan.

“Kita perlu meningkatkan kemampuan Angkatan Laut kita untuk mencegah dan menangkap para nelayan asing yang melakukan illegal fishing di Indonesia,“ tegas Yugi di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Lebih lanjut Yugi menambahkan, potensi kelautan Indonesia sangat besar hingga menarik perhatian  negara-negara lain untuk turut mengekploitasi. Luasnya cakupan wilayah kelautan Indonesia memang menyulitkan pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan illegal fishing.

“Kita (pelaku usaha) mengerti bahwa wilayah laut Indonesia sangat luas sehingga sulit diawasi, oleh karena itu Kadin mendukung TNI AL untuk terus meningkatkan kemampuan pertahanan wilayah perairan dan kelautan kita sehingga potensi ekonomi kelautan kita bisa dinikmati lebih optimal oleh nelayan dan pelaku usaha dalam negeri,”imbuh Yugi.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk menyelamatkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia kendati luasnya medan dan keterbatasan peralatan yang hingga kini masih menjadi kendala. Untuk itu, kata dia, TNI AL menanggapi positif dukungan kalangan pengusaha melalui Kadin terhadap upaya  peningkatan kemampuan pertahanan perairan dan kelautan.

Soeparno menuturkan, pihaknya juga mendukung program-program Kadin yang bertujuan turut membantu menjaga stabilitas keamanan perairan dan kegiatan illegal fishing. Yugi menjelaskan,  peluang-peluang usaha sektor kelautan dan perikanan di daerah belum dimanfaatkan secara optimal.

Adanya data dan informasi yang lengkap mengenai potensi kelautan dan perikanan di masing-masing daerah, menurut Yugi, akan sangat membantu upaya pembangunan ekonomi daerah. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »