Getting time...

RI Dinilai Siap Integrasi Pasar ASEAN 2015

Selasa, 29 Maret 2011 17:31 wib
Gedung Kemendag. Foto: okezone
Gedung Kemendag. Foto: okezone
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis mampu mendongkrak perekonomian nasional di percaturan bisnis kawasan ASEAN. Paling lambat 31 Desember 2015, Indonesia dinilai siap menuju integrasi ASEAN 2015.

Hal ini disampaikan Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami dalam acara Forum Komunikasi Bako Humas bertajuk “Menuju Asean Economic Community”, di Jakarta, Selasa (29/3/2011).

"Kita optimis mampu meningkatkan ekspor kita ke pasar ASEAN. Bahkan kita juga siap menuju integrasi pasar ASEAN. Paling lambat 31 Desember 2015. Jangan lupa dengan jumlah penduduk mencapai 591 juta jiwa di mana 80 persen di antaranya berusia di bawah 45 tahun (usia produktif). Apalagi volume perdagangan intra dari waktu ke waktu terus meningkat. Jadi Asean sesungguhnya adalah pasar yang sangat potensial,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menghadapi ACFTA lanjut Gusmardi, maka dalam menghadapi AEC, Kementerian Perdagangan telah melakukan pola pengamanan perdagangan dan industri dalam negeri. Intinya kita melakukan penguatan pasar dalam negeri.

Misalnya dengan bertindak tegas apabila produk impor yang tidak sesuai standar masuk ke Indonesia. Selain itu Kemendag juga melakukan saveguard bila memang di pasar ditemukan melimpahnya produk impor secara tiba-tiba.

"Yang tidak standar kita amankan. Lalu kalau ada produk impor tiba-tiba melonjak, kita periksa apakah itu dumping. “Kalau ya, kita akan kenakan save guard dan bea masuk anti dumping (BMAD),” paparnya.
 
Gusmardi juga menambahkan dalam konteks menuju intergrasi pasar ASEAN 2015, pemerintah Indonesia telah meratifikasi 83 persen mayor (peraturan perdagangan internasional) yang ada. “Sisanya yang 17 persen masih belum diratifikasi karena sesuatu hal," pungkasnya. (Windarto/Trust/ade)
TWITTER »
twit