Mengerek Pengawasan, Mengurangi Risiko Perbankan

\Mengerek Pengawasan, Mengurangi Risiko Perbankan\
Kartu Kredit Citibank

Pembobolan bank kembali mencuat di permukaan. Kasus itu terjadi bukan hanya di bank asing dan bank swasta, melainkan juga di bank pelat merah.Waduh!

Sejatinya ini semua merupakan risiko operasional dalam industri perbankan. Bagaimana solusi menahan laju kasus semacam itu? Kasus semacam itu terus berlangsung hampir tiada henti.

Tengok saja data berikut.Pada 2009 telah terjadi empat kasus pembobolan bank yang menimpa BII sebesar Rp15 miliar pada Januari 2009, Bank Mandiri Rp200 miliar pada Mei 2009,BRI Syariah Rp2,4 miliar pada Agustus 2009, dan Bank Mega Rp10 miliar pada Agustus 2009. Pada Januari 2010, BCA dibobol Rp5 miliar. Pada 2011, Bank Mandiri dibobol Rp18,7 miliar, Citibank Rp17 miliar dan Bank Danamon Rp3 miliar pada Maret 2011.

Pembobolan bank itu merupakan risiko operasional.Apa itu risiko operasional? Michel Crouhy, Dan Galai & Robert Mark (2000) mendefinisikan risiko operasional sebagai risiko yang berkaitan dengan operasional bisnis.Risiko ini meliputi dua komponen risiko. Pertama, risiko kegagalan operasional (operational failure risk) atau risiko internal terdiri atas risiko yang bersumber dari sumber daya manusia (SDM), proses, dan teknologi. Kedua, risiko strategi operasional (operational strategic risk) atau risiko eksternal yang berasal dari faktor-faktor antara lain politik, pajak, regulasi, pemerintah, masyarakat,kompetisi. Aneka kasus yang telah menghebohkan perbankan nasional misalnya pembobolan terminal ATM dengan menggunakan kartu kredit dan ATM palsu, pembobolan mesin ATM, pembayaran ganda terhadap satu kiriman uang,bank draft yang dicairkan oleh yang tidak berhak, deposit on call (DOC) asli tapi palsu (aspal), bank garansi aspal, letter of credit (L/C) palsu, salah entri data, kegagalan sistem, kesalahan programming,kegagalan telekomunikasi, pencurian dana dari rekening orang lain.

Untuk menekan potensi risiko yang kian kompleks,Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. PBI ini mewajibkan bank nasional untuk menerapkan manajemen risiko minimal untuk empat jenis risiko yakni risiko kredit,risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko operasional. PBI itu lalu diubah dengan PBI No 11/25/PBI/2009 yang mewajibkan bank nasional untuk menerapkan manajemen risiko secara efektif, baik untuk bank secara individual maupun bank secara konsolidasi dengan perusahaan anak. Bank nasional wajib menerapkan delapan jenis risiko selain empat risiko tersebut ditambah risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategis, dan risiko kepatuhan efektif 1 Juni 2010.

Alternatif Solusi

Lalu, bagaimana alternatif solusi untuk menekan potensi risiko operasional semacam itu? Pertama, menghitung potensi risiko operasional.Setiap unit kerja pada satu divisi pada satu bank seharusnya menghitung sendiri potensi risiko operasional minimal setahun sekali. Tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan peninjauan kembali menjadi setiap semester sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian, masing-masing potensi risiko dikonversikan dengan sejumlah dana untuk dapat disusun anggaran setiap tahun.Dengan langkah demikian,bank nasional mampu menyusun cadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi risiko yang sudah diukur dan dihitung sejak dini. Kedua, penghargaan dan hukuman (rewards and punishment). Penghargaan layak diberikan kepada karyawan yang menunjukkan kinerja unggul pada jenjang apa pun.Tidak pilih kasih.Sebaliknya,hukuman wajib dikenakan kepada karyawan yang terbukti bersalah. Ketika kasus itu tak dituntaskan secara adil,misalnya karena karyawan tersebut memiliki hubungan tertentu dengan manajemen puncak, maka lahirlah sikap ketidakpuasan.

Jangan lupa, hukuman harus memiliki efek jera sehingga tidak akan diikuti karyawan lainnya. Bila hukuman hanya sebagai pemanis bibir, akan muncul bibit atau potensi risiko operasional yang bakal meledak saat yang lain.Bagai bom waktu. Untuk itu, sistem penghargaan dan hukuman harus diberlakukan dengan dingin tanpa intervensi pihak lain. Model ini akan sanggup meningkatkan motivasi kerja karyawan. Ketiga, kata sandi (password). Mau tak mau kata sandi harus disusun berjenjang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab suatu posisi (jabatan). Dengan ungkapan lebih bening, setiap karyawan mempunyai kata sandi sesuai dengan jabatannya. Kata sandi tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain, misalnya kata sandi kepala kantor cabang dipinjamkan kepada anak buahnya.

Namun dalam praktik di lapangan bisa terjadi peminjaman kata sandi ketika volume pekerjaan begitu tinggi padahal ada karyawan yang absen. Hal ini tampaknya sederhana, tetapi akibatnya amat fatal. Selain itu, kata sandi harus diganti secara berkala atau sesuai kebutuhan seperti PIN ATM. Keempat, melakukan pengawasan melekat. Risiko operasional terutama yang bersumber dari orang alias risiko orang (people risk) sungguh sulit dideteksi. Mengapa? Karena risiko yang satu ini berlangsung terus- menerus bersama aktivitas karyawan itu sendiri. Oleh karena itu, kita mungkin hampir tak percaya ketika ada karyawan dengan masa kerja lebih 20 tahun sanggup dan tega membobol banknya sendiri.Inilah tugas utama lainnya bagi atasan untuk senantiasa melakukan pengawasan melekat terhadap masing-masing anak buahnya.

Amatilah karyawan yang mulai bergaya hidup mewah yang tidak setara dengan gajinya. Dengan mempertimbangkan aneka langkah strategis demikian, bank nasional diharapkan lebih mampu menekan potensi risiko operasional.

PAUL SUTARYONO

Pengamat Perbankan

(wdi)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.