Getting time...

The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga

Kamis, 7 April 2011 08:36 wib
Ilustrasi: Kalkulator
Ilustrasi: Kalkulator
WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/Fed) sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri kebijakan moneter ultra-longgar yang sudah diberlakukan dalam dua tahun terakhir.

Dalam risalah pertemuan Fed yang dirilis Selasa (5/4/2011) lalu disebutkan, kebijakan tersebut akan diambil untuk menghadapi pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta adanya ketakutan inflasi yang terus menguat. Pada pertemuan rutin yang dilangsungkan awal pekan ini, Fed juga membahas munculnya kekhawatiran akibat kerusuhan yang terus terjadi di negara- negara penghasil minyak di Timur Tengah dan Afrika Utara. Sehingga, tidak menutup kemungkinan para pembuat kebijakan di AS melakukan upaya-upaya meredam dampak peristiwa di dunia lain.

The Fed sebelumnya telah mempertahankan suku bunga mendekati nol sejak Desember 2008 dan membeli lebih dari USD1 triliun aset untuk membantu merangsang pertumbuhan ekonomi. Namun sejumlah kritik muncul seraya mengatakan bahwa Bank Sentral tidak mungkin dapat menaikkan suku bunga yang saat ini dilevel terendah dengan serta merta. Padahal, di sisi lain, stimulus belanja besar-besaran akan membuat inflasi naik terlalu cepat.

“Untuk mengurangi risiko tersebut, kami sepakat bahwa komite akan melanjutkan perencanaan yang akhirnya membuat kebijakan untuk keluar dari saat ini. Diperlukan sikap kebijakan moneter sangat akomodatif ,” demikian bunyi risalah Fed seperti dikutip dari AFP. “Mengingat ketidakpastian tentang prospek ekonomi, maka yang akan dilihat secara hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan adalah kemungkinan strategi keluar untuk berbagai hasil ekonomi potensial,” tulis risalah itu.

Sementara itu, beberapa anggota dewan gebernur menyatakan bahwa kondisi ekonomi bisa menjamin sebuah langkah ke arah kebijakan moneter yang kurang akomodatif tahun ini. Sedangkan beberapa anggota lainnya mencatat bahwa kebijakan akomodatif yang luar biasa tepat dilakukan di luar 2011.

Ekonom Barclays Capital Michael Gapen mencatat, risalah the Fed cukup dapat dipahami pada waktu dan urutan strategi yang mungkin dilaksanakan dalam upaya keluar dari zona suku bunga rendah. “Setiap kelompok harus terus mengambil sikap hati-hati terhadap pemulihan,” katanya. Dia menekankan bahwa yang juga harus menjadi perhatian adalah tingkat pengangguran yang tinggi akan menahan inflasi.

Analis Nomura George Goncalves menambahkan, upaya yang dilakukan Fed bisa saja diterapkan kecuali jika data inflasi yang berbasis komoditas meningkat lebih lanjut. “Kami berpikir risalah ini menggarisbawahi bahwa ini mungkin bisa dilakukan karena inflasi inti menyusut untuk saat ini,”katanya. (yanto kusdiantono) (Koran SI/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit