JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak Linda A Gumelar mengatakan perlunya ketersediaan kelembagaan keuangan mikro di Indonesia agar pembangunan ini dapat dirasakan semua masyarakat Indonesia, tak hanya kalangan atas.
"Dalam pertemuan, permintaan kelembagaan mikro besar, banyak memberi keuntungan mikro dan NPL-nya kecil," ungkap Linda dalam acara Seminar BNI di JCC, Jakarta Kamis (21/4/2011).
Dia menambahkan hasil dari rakornas memperoleh 53 juta usaha mikro yang memerlukan dukungan, dan pemberian dukungan ini dijelaskannya dapat mempercepat pembangunan. "Hasil yang diperoleh, dukungan 53 juta usaha mikro. Pemberian dukungan pengusaha mikro dapat dijadikan alat akselerasi kemiskinan, dan juga kelompok perempuan menggerakkan industri rumahan, industri rumah tangga," tambahnya.
Dijelaskannya pemberdayaan perempuan juga diperlukan dalam pembangunan usaha mikro tersebut untuk mendorong penyempitan ekonom gender anatara perempuan dan laki laki. "Kementerian juga mendorong perempuan untuk berusaha, kerja sama, ekonomi gender bisa dipersempit," imbuhnya.
Kemudian dia mengucapkan penghargaan kepada BNI dengan adanya kucuran dana dari BNI untuk pembiayaan usaha mikro ini. "Oleh sebab itu, kepedulian BNI, kucuran dana bagian program perbankan sangat saya hargai, penguatan kelembagaan," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.