Harga Bahan Baku Melonjak, Industri Jamu Terancam

|

Sudarsono - Koran SI

Ilustrasi. Foto: Corbis

Harga Bahan Baku Melonjak, Industri Jamu Terancam
JAKARTA - Harga bahan baku pembuatan jamu seperti jahe, temu lawak, puyang dan adas melonjak tajam. Akibatnya, kenaikan ini mengancam industri jamu nasional.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu) Charles Saerang mengungkapkan kelangkaan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca. Namun juga disebabkan pembelian pengusaha China, Pakistan, dan Bangladesh.

Menurutnya pembelian ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri Indonesia sendiri.

“Apalagi para pengusaha asing tersebut membeli bahan baku terutama jahe yang memiliki kualitas bagus atau kualitas pertama,” ujar Charles yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum GP Jamu Periode 2011-2014 pada Munas VI GP Jamu, di Jakarta, Selasa (26/4/2011).

Charles memaparkan harga jahe kering yang sebelumnya Rp36 ribu per kilogram (kg), kini menjadi Rp120 ribu atau naik 400 persen. Harga temulawak sudah mencapai Rp17.500 per kg dari sebelumnya Rp10 ribu atau naik 70 persen.

Sedangkan Puyang naik 33 persen menjadi Rp22 ribu per kg dari harga semula Rp16.500. Adas yang sebelumnya dijual Rp26 ribu per kg, kini sudah mencapai Rp30 ribu atau mengalami kenaikan 15,4 persen.

Untuk menyiasati kelangkaan bahan baku tersebut, saat ini pengusaha jamu nasional melakukan pembelian jahe basah untuk memenuhi kebutuhan industrinya. Padahal proses pengeringan bahan baku ini membutuhkan waktu. Pengusaha berupaya mencari jahe pada masa panen dan melakukan pengeringan sendiri.

Namun ia khawatir jika kondisi ini dibiarkan terus, maka industri jamu terpaksa mengesampingkan bahan alamiah. Jika kelangkaan ini berlanjut, terbuka peluang pengusaha menggunakan bahan jahe essence (sari jahe). “Tapi menggunakan essence itu tidak ada khasiatnya. Karena bukan bahan baku jamu,” jelas Charles.
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    WIKA Bangun Proyek Gedung Senilai Rp220 Miliar