>

Investor China di RI Bakal Digelontori USD4 M

Kamis, 28 April 2011 - 20:41 wib | Sandra Karina - Koran SI

Ilustrasi. Foto: Corbis

Investor China di RI Bakal Digelontori USD4 M
JAKARTA - Industrial and Commercial Bank of China Ltd (ICBC) dan Bank of China Limited (BOC) berkomitmen memberikan pinjaman bagi investor asal China yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Adapun bantuan pinjaman yang akan diberikan adalah sekira USD4 miliar. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, ICBC dan BOC akan menekan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Sabtu 30 April mendatang di Jakarta.

"Komitmen pendanaan akan ditandatangani Sabtu di Hotel Grand Hyatt, Jakarta," kata Hidayat di Jakarta, Kamis (28/4/2011).

MoU pertama adalah antara Kemenperin dengan Teknologi Informasi China untuk mempromosikan kerja sama dan kemitraan industri dan teknologi di bidang peralatan dan manufaktur, manajemen, dan riset pengembangan kedua negara.

MoU kedua adalah antara Kemenperin dan Sany Heavy Industry Co Ltd untuk mengoptimalkan produk lokal serta pemanfaatan balai besar penelitian dan sekolah-sekolah milik Kemenperin. Sedangkan, Sany bisa memanfaatkan untuk meningkatkan sumber daya manusia.

MoU ketiga akan diteken oleh Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasnional Kemenperin dan BOC untuk membantu investasi dan modal kerja pembiayaan usaha sektor industri. Selain itu, juga akan ada kerja sama pengaturan teknis oleh Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasnional Kemenperin dan ICBC.

Sany sendiri sudah berkomitmen akan membangun pabrik alat berat di Indonesia senilai USD200 juta. Pabrik akan dibangun di lahan seluas 10 hektare (ha) di Kawasan Industri Cikarang. Pembangunan pabrik ditargetkan akan dimulai dalam tiga kedepan, dan rampung dalam waktu satu tahun.

"Saat ini investasi China di Indonesia baru sekira USD170 juta, dengan masuknya Sany, maka investasi China bisa bertambah dua kali lipat," jelasnya.

Menurut Hidayat, hal itu merupakan salah satu komitmen China untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. "Investor China yang akan masuk ke Indonesia dikawal oleh banknya, sehingga mereka nanti tidak akan mengambil loan di sini tapi dari banknya sendiri," terangnya.

Terkait kedatangan Perdana Menteri China Wen Jiabao ke Indonesia, Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno berharap, kedua kepala negara bisa membahas mengenai penyeimbangan neraca perdagangan kedua negara.

“Dulu China sepakat untuk menghapus subsidi ekspor ke Amerika Serikat. Nah apakah kita bisa kaya gitu caranya atau tidak, seharusnya bisa menerapkan itu ke China. Atau kita bisa bilang ke China untuk membeli produk kita lebih banyak,” kata Benny. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    DBS Group: Jokowi Naikkan BBM Awal Tahun 2015