Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek PLTU Jawa Tengah Telan Dana USD3,2 M

Proyek PLTU Jawa Tengah Telan Dana USD3,2 M
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah PT PLN (Persero) diperkirakan memakan biaya investasi sebesar USD3,2 miliar atau sekira Rp30 triliun.

Seperti diketahui, proyek PLTU Jawa Tengah memiliki total kapasitas 2 x 1.000 MW dengan perkiraan beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2017.

Selain karena kapasitasnya yang signifikan dan merupakan proyek PLTU terbesar di Indonesia sampai saat ini, juga karena teknologi yang digunakan adalah supercritical/ultra-supercritical, yang memiliki tingkat efisiensi dan emisi karbon lebih baik dari pembangkit batu bara yang dimiliki PLN saat ini.

"Proyek ini juga penting bagi Indonesia karena merupakan proyek KPS pertama yang secara keseluruhan pengadaannya berdasarkan Perpres Nomor 13/2010. merupakan proyek penting bagi PLN dan juga bagi pemenuhan kebutuhan listrik Tanah Air,” kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, dalam siaran persnya kepada okezone, Jumat (29/4/2011).

Ditambahkannya, jangka waktu kontrak pembelian listrik dengan PLN atau Power Purchase Agreement (PPA) adalah 25 tahun dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT).

Mengingat nilai proyek yang demikian besar dan melibatkan investor asing, maka transaksi ini membutuhkan dukungan pemerintah berupa penjaminan atas berbagai risiko yang terkait dengan tindakan maupun non-tindakan pemerintah.

"Pengadaan proyek ini dilakukan melalui lelang  internasional, dan sedikit berbeda dengan pengadaan pembangkit listrik swasta lainnya sebab ada proses konsultasi pasar yang lebih intensif serta didukung oleh penjaminan pemerintah melalui PT PII," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement