Image : ist.
TOKYO - Pemerintah Jepang yakin bahwa negaranya sudah aman untuk menjadi tujuan bisnis dan wisata, pascakelumpuhan besar yang menimpa sebagian wilayah Jepang akibat gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
"Kami berjanji Jepang akan membentuk kembali dirinya menjadi sebuah negara yang lebih dinamis dalam mengatasi bencana kemarin,” ujar Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto, seperti dilansir, AFP Sabtu (30/4/2011).
Menurutnya, langkah WTO yang mengimbau wisatawan untuk tidak pergi ke Jepang adalah sebuah langkah berlebihan. Matsumoto juga menekankan bahwa tingkat radiasi di Tokyo tidak pernah mencapai tingkat berbahaya bagi kesehatan dan ekspor makanan Jepang aman karena sejumlah langkah telah dilakukan agar produknya tidak terkontaminasi. "Tentu, produk yang terkontaminasi tidak akan diekspor," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, pemerintah di seluruh dunia mengeluarkan peringatan perjalanan dan melarang impor makanan Jepang setelah gempa dan tsunami melanda negeri itu. Ditambah lagi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bocor dan diprediksi menyebabkan radiasi terburuk di dunia sejak Chernobyl.
Lebih lanjut, Matsumoto menyebut pabrik nuklir Fukushima telah mengubah fase tanggap darurat ke tahap tindakan yang direncanakan dan stabil.
Seperti diketahui, produksi industri di Jepang merosot 15,3 persen pada Februari sampai Maret, penurunan paling tajam sejak 1953, setelah saat itu rantai pasokan lumpuh. (rhs)