Ilustrasi
SINGAPURA - Harga minyak kembali rebound ke atas level USD100 per barel dalam perdagangan Asia karena para pedagang melihat harga minyak dibanderol murah usai aksi jual besar-besaran sebelumnya.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (6/5/2011), minyak jenis West Texas Intermediate light sweet untuk pengiriman Juni naik 68 sen menjadi USD100,48 per barel. Sebelumnya, harga minyak light sweetr ini merosot lebih dari delapan persen da parkir di USD99,80 pada hari Kamis (5/5/2011). Ini merupakan pertama kalinya harga minyak ini jatuh di bawah USD100 sejak 16 Maret.
Sementara harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman Juni naik 87 sen menjadi USD111,67 setelah turun lebih dari USD10 Kamis malam.
"Jarang sekali harga minyak sampai di level serendah ini. Kami mengamati beberapa pelaku pasar, mereka menganggap ini sebagai kesempatan untuk beli," katanya senior principal of Purvin and Gertz energy consultants Victor Shum seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya, harga minyak mentah telah anjlok Kamis malam setelah komentar tak terduga dari Presiden Bank sentral Eropa Jean-Claude Trichet. Dia berharap nilai dolar AS agar cepat menguat. Sedangkan dengan menguatnya dolar, berarti harga minyak yang ditransaksikan dalam dolar akan menjadi lebih mahal jika digunakan mata uang lainnya. (wdi)