>

Inilah Simulasi Kenaikan Harga BBM Terhadap PDB

Selasa, 10 Mei 2011 - 14:14 wib | Wisnoe Moerti - Koran SI

Ilustrasi

Inilah Simulasi Kenaikan Harga BBM Terhadap PDB
JAKARTA - Kenaikan harga BBM, berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi nasional. Peneliti Departemen ekonomi Centre for Strategic International Studies (CSIS) Pratiwi Kartika mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi perhitungan kenaikan dan penghapusan subsidi BBM.

Tahun ini, alokasi anggaran untuk subsidi BBM sebesar Rp95 triliun atau sekitar 11,5 persen dari keseluruhan belanja pemerintah. Dia mengatakan, pembengkakan subsidi BBM akan berpengaruh terhadap kecepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional. “Pertumbuhan ekonomi akan melambat atau berkurang 0,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN,” kata Pratiwi di Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Dikaitkan dengan harga minyak dunia data ini dan harga ICP sebesar USD80 per barel, seharusnya harga patokan BBM di Indonesia sebesar Rp5.900. Jika saat ini harga BBM masih berkisar Rp4.500 per liter, maka setiap liter, masyarakat mendapat subsidi sebesar 24 persen. Namun, jika ICP direvisi pada angka USD100 per barel, maka harga patokan seharusnya sebesar Rp7.950. Dengan kondisi ini namun harga BBM masih berkisar pada Rp4.500, maka setiap pembelian satu liter, masyarakat mendapat subsidi 44 persen.

Pratiwi memaparkan, dengan berbagai rekomendasi yang muncul, hasil simulasi yang dilakukan CSIS menunjukkan, jika pemerintah menaikkan harga BBM Rp100 per liter, maka laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,1 persen. Simulasi lainnya, jika terdapat dua harga yakni harga jual BBM untuk mobil pribadi sebesar dinaikkan dan harga untuk angkutan umum tetap Rp4.500, maka laju pertumbuhan ekonomi nasional akan bertambah 0,2 persen.

Simulasi terakhir, jika harga BBM dilepas sesuai harga keekonomian (sekitar Rp7.950) atau tanpa adanya subsidi dari pemerintah, maka laju pertumbuhan ekonomi nasional akan meningkat 0,8 persen.

“Alokasi anggaran subsidi yang selama ini sangat besar, bisa dialihkan ke sektor lain yang menimbulkan atau berdampak ganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional,” imbuhnya. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhir Tahun, IHSG Diperkirakan ke Level 5.300