JAKARTA - Banyaknya perusahan-perusahaan swasta nasional sudah siap memberikan energi alternatif untuk keperluan sehari-hari. Untuk itu, pemerintah mengimbau kepada perusahaan tersebut agar lebih besar dalam penggunakan konten dari dalam negeri.
"Saat ini 50-60 persen perusahan nasional masih mengunakan konten impor, seperti baterai, chip dan lainnya," ujar Menteri Energi Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Salah dalam konferensi pers terkait seminar dan exbition Indo Solar Wind 2011 di Balai Kartini, Jakarta Rabu (11/5/2011).
Darwin menambahkan, saat ini sudah banyak perusahan nasional yang sudah mengambil bagian dalam penghematan energi, mulai dari memproduksi lampu hemat energi, serta pemanas air tenaga surya. Dengan banyaknya perusahaan yang siap tapi masih banyak pula penggunaan konten impor.
"Inilah yang menjadi hal pokok yang harus kita perjuangkan," ujarnya.
Untuk meningkatkan konten lokal, Darwin berharap agar peran BUMN dan swasta lebih ditingkatkan agar mampu menghasilkan barang-barang yang masih di impor, karena untuk meningkatkan konten tersebut dibutuhkan dana yang cukup besar.
Dengan banyaknya konten impor sebesar 50 hingga 60 persen itu akan menguntungkan negara yang memasok ke Indonesia. "Oleh sebab itu, mari kita tingkatkan perusahaan nasional kita, agar bisa memproduksinya. Khususnya BUMN dan swasta," tutupnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.