JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih aktif meyelidiki dugaan mark up dana dalam proyek pengadaan pesawat jenis MA-60 dari China yang merugikan negara sekira USD46 juta.
Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus melakukan reshuffle kabinet dan meminta DPR segera membentuk Panja untuk menyelidiki kasus ini.
"Saat SBY memberikan keterangan terkait keterlibatan sejumlah menteri dalam proyek pesawat MA-60, kelihatan sekali wajah SBY yang marah dan kesal karena sering dibohongi anak buahnya," tegasnya, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Senin (16/5/2011).
Menurutnya, dugaan mark up ini, hanya contoh. Karena diduga banyak proyek khususnya yang berhubungan dengan pemerintah di-mark up, apalagi kalau berupa pinjaman dari luar negeri dan dijamin dengan Subsidiary Loan Agreement (SLA).
Dia menyatakan, pembangunan proyek pemerintah yang didanai pinjaman dari luar negeri telah menjadi tren baru dalam korupsi berjamaah di pemerintahan SBY. Bahkan, di sebuah seminar internasional antikorupsi di Bali baru-baru ini menyebut biaya mark up proyek di Indonesia mencapai triliunan rupiah.
”Dengan terbukanya dugaan mark up MA-60 ini semoga menjadi langkah awal untuk membuka dugaan dugaan korupsi lainnya. Untuk lebih mengoptimalkan pemeriksaan, sebaiknya KPK mulai memanggil pihak pihak yang diduga terlibat dan presiden sebaiknya menonaktifkan mereka dari jabatannya,” lanjutnya.
Seperti diketahui sebelumnya, dalam suatu rapat kabinet SBY menekankan, terkait dugaaan keterlibatan ‘orang dalam’ di pengadaan pesawat MA-60 dari China harus dijelaskan secara gamblang ke publik.
Sejumlah eks menteri, menteri di jajaran KIB2, seorang staf khusus presiden berinisial JW, broker Mulayadi Senjaya, dan keluarga dari salah satu menteri SBY diduga terlibat dalam dugaan mark up pesawat MA 60 yang kemarin jatuh di Kaimana Papua dan menewaskan 26 penumpangnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.