Waahh, Buah China Mulai Digemari Pasar

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Selasa, 17 Mei 2011 14:19 wib
Ilustrasi, Koran SI
Ilustrasi, Koran SI
JAKARTA - Maraknya produk China yang membanjiri Indonesia nampaknya bukan hanya dari sektor industri. Saat ini, banjir produk China mulai merambah ke sektor pertanian.

Pasalnya, komoditas pertanian China seperti jeruk Ponkan dan anggur merupakan komoditas impor yang disukai pasar, khususnya Indonesia.

“Jeruk Ponkan laris karena rasanya manis dan harganya murah. Dalam seminggu kami bisa menghabiskan sekira 35 dus dimana per dus isinya sembilan kilogram jeruk,” ujar salah satu pedagang buah-buahan di pasar Senen, Suryana, ketika ditemui okezone Selasa (17/5/2011).

Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa harga jeruk ponkan selama minggu ini mengalmai kenaikan sekitar 40 persen yakni Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya yang hanya sekitar Rp10-12 ribu per kilogram.

“Harga jeruk ponkan sudah mulai naik lagi karena stoknya mulai sedikit, tetapi jeruk ponkan dari China masih lebih murah daripada jeruk medan yang mencapai Rp 25 ribu per kilogram,” lanjutnya.

Saat ini, jelas dia, harga buah lokal memang lebih mahal daripada buah impor khusunya dari China. Oleh karena itu, banyak konsumen yang akhirnya lebih memilih untuk membeli buah impor daripada buah lokal. 

“Jeruk lokal dari medan harganya masih mahal, dua kali lipat jeruk impor, jadi banyak juga masyarakat yang beralih. Selain mahal, jeruk medan ini juga kami baru jual tiga hari yang lalau setelah lebih dari lima bulan kita gak jual” ucapnya.
       
Seperti diketahui, kementerian pertanian sendiri menyatakan akan terus melakukan langkah penanggulangan terhadap serbuan buah-buahan impor. Beberapa langkah kementan di antaranya melakukan pasar tani agar semakin medekatkan pasar sehingga rantai distribusinya tidak panjang dan memperketat  persyaratan izin masuk terhadap komoditas impor.

Data Kementan sendiri pada tahun 2010 lalu mencatat neraca  perdagangan buah-buahan Indonesia mengalami defisit dengan Pemerintah China sebesar USD600 juta. Dari nilai ini yang mencatatkan defisit paling besar adalah buah-buahan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri seperti jeruk, pir dan anggur. (mrt) (ade)
  • Man in Sutasoma » 0 Tanggapan
    agar komoditas jeruk lokal kita laku di pasar dan bisa bersaing dengan komoditas jeruk china caranya adalah : ambil buahnya langsung dari kebun sendirian lalu jual buahnya langsung ke pasar sendirian tanpa menggunakan alat Transportasi (jalan kaki) ! saya harap pemerintah Indonesia bisa mendengarkan saran ini!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit