JAKARTA - Operasional proyek 10.000 Mega Watt (MW) yang awalnya ditargetkan mulai berjalan tahun ini, terpaksa ditunda hingga dua tahun mendatang. Konsekuensinya tentu saja berimbas pada kemungkinan membesarnya subsidi listrik ditengah gejolak harga minyak dunia. Pemerintah membantah keterlambatan tersebut bukan berarti sebuah kegagalan.
“Tidak gagal, tapi terlambat. Kalau terlambat dibilang gagal, silahkan saja. Terlambat dalam arti operasinya,” tegas Deputi bidang sarana dan prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy Priatna di Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Program yang dimulai tahun 2007 ini, pada awalnya ditargetkan tuntas dalam waktu lima tahun atau mulai beroperasi tahun ini. Dedi menyebutkan, operasional proyek 10.000 MW tersebut, kemungkinan baru bisa berjalan pada 2012-2013. Hanya saja, Dedi mengklaim, hampir keseluruhan proyek-proyek pembangkit listrik sudah usai. Dia menyebutkan, ada 10 proyek ketenagalistrikan di pulau Jawa dan 25 proyek diluar Jawa yang sudah rampung. “Jadi ada 35 proyek,” singkatnya.
Dia menuturkan, 10 proyek di wilayah Jawa berkapasitas 6.600 MW atau 67 persen. Sementara di luar Jawa, kapasitasnya hanya 1/3 saja dari total kapasitas. Persoalan mendasar yang dihadapi pemerintah terkait pendanaan. Pemerintah tidak sepenuhnya sanggup untuk memenuhi pendanaan program senilai lebih dari Rp79 triliun ini. Kendati direncanakan mendapat dana pinjaman perbankan baik dalam dan luar negeri sebesar USD5,56 miliar atau Rp23,2 triliun, hambatan masih menghadang. Total dana yang dibutuhkan untuk pengadaan transmisi saja mencapai Rp24 triliun.
Konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah dengan tidak maksimalnya operasional proyek 10.000 MW adalah kemungknan membengkaknya alokasi anggaran subsidi energy, khususnys listrik. Sebab, untuk membangkitkan tenaga listrik di Indonesia, masih menggunakan minyak. Disisi lain, harga minyak dunia masih berfluktuatif dan sulit turun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardoojo mengatakan, percepatan penyelesaian dan operasional proyek 10.000 MW baik tahap I maupun II merupakan tantangan bagi pemerintah. Dari target alokasi subsidi listrik dalam APBN 2011 yang dipatok sebesar Rp40,7 triliun, hingga April 2011, subsidi listrik yang sudah terealisir atau sudah terpakai mencapai Rp9,6 triliun atau sekitar 23,6 persen.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.