Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tertundanya Proyek Listrik Bisa Berdampak Signifikan

Wisnoe Moerti , Jurnalis-Senin, 30 Mei 2011 |12:33 WIB
Tertundanya Proyek Listrik Bisa Berdampak Signifikan
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Tertundanya operasional beberapa proyek listrik 10.000 megawatt (MW) tahap I yang sedianya mulai berjalan tahun ini, ternyata berdampak signifikan. Baik terhadap keberlangsungan proyek infrastruktur lain, hingga pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy Priatna mengungkapkan, dampak utama dari tertundanya operasional sejumlah proyek listrik tersebut adalah sisi ketahanan energi.

Dia menyebutkan, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa, di negara berkembang seperti Indonesia, idealnya pertumbuhan listrik 2-2,5 kali lipat dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Kenyataannya, saat ini pertumbuhan listrik per tahun hanya tujuh sampai delapan persen. Kalau pertumbuhan ekonomi kita tujuh persen, idealnya pertumbuhan listrik sekira 14 persen per tahun,” ungkap Dedy di Jakarta, Senin (30/5/2011).

Dampak lain yang lahir dari mundurnya operasional beberapa proyek listrik adalah terhambatnya pembangunan proyek infrastruktur lain. Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur membutuhkan ketersediaan listrik sebagai energinya.

Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka proyek-proyek infrastruktur sulit terbangun. Dedy mengakui, kondisi ini juga bisa berdampak bagi implementasi mega proyek yang akan dijalankan sebagai bagian dari kerangka percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional.

“MP3EI bisa saja terganggu kalau tidak ada listriknya bagaimana? Sehingga pemerintah juga perlu turun tangan untuk menyelesaikan ini,” tegasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement