JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berencana mengakuisisi sembilan konsensi pertambangan batu bara dengan nilai investasi sebesar USD195 juta.
"Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ini telah disetujui oleh pemegang saham bahwa kita akan mengakuisisi sembilan konsensi pertambangan batu bara dengan investasi senilai USD195 juta," ungkap Direktur Nonafiliasi BYAN, R Soedjoko, kala ditemui saat RUPST BYAN, di Jakarta, Selasa (7/6/2011).
Dana untuk akuisisi sebesar USD195 juta tersebut, sebesar USD185 juta berasal dari pinjaman bank yaitu Standard Chartered Bank, dan ANZ bank. Sementara USD10 juta berasal dari kas internal.
Rencananya, sembilan konsensi pertambangan batu bara yang akan diakuisisi oleh perusahaan adalah antara lain PT Ilthabi Bara Utama, Prime Mine Resources Limted, dan Romo Nitiyudo Wachjo.
Ke depannya, perseroan berencana untuk mengalihkan saham kesembilan konsensi tersebut ke sebuah perusahaan Australia yaitu Kangaroo Resources Limited (KRL).
Nantinya, setelah proses pengalihan sembilan konsesi tersebut kepada KRL,perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas di KRL yaitu sebesar 56 persen atau setara dengan 1,925 miliar lembar saham.
"Proses konsesi saham ke KRL ini memakan waktu sekira 60 hari, jadi nanti closing-nya bulan Agustus," paparnya.
Selain itu, perseroan menambahkan bahwa nantinya dari sembilan tambang yang diakuisisi ini akan menghasilkan volume produksi sebesar 20-25 juta metrik ton pada 2013 nanti karena tambang yang diakuisisi ini masih berupa greenfield jadi baru bisa berproduksi kira-kira dua tahun lagi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.