>

Penasihat Ekonomi Obama Mengundurkan Diri

|

Ade Hapsari Lestarini - Okezone

Austan Goolsbee. Foto: AFP

Penasihat Ekonomi Obama Mengundurkan Diri
WASHINGTON - Ekonom Austan Goolsbee mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Pemunduran dirinya untuk kembali mengajar di Universitas Chicago.

Dilansir dari AFP, Rabu (8/6/2011), pihak Gedung Putih mengatakan bila Goolsbee akan kembali ke Chicago untuk tahun akademik yang dimulai pada September.

Diketahui, Obama memilih Goolsbee pada September 2010 sebagai penasihat ekonomi, menggantikan Christina Romer, yang juga kembali ke dunia akademis.

Dewan ekonomi ini merupakan panel yang terdiri dari tiga anggota yang memberikan saran berdasarkan riset ekonomi dan analisis kepada Presiden mengenai isu-isu domestik dan internasional. Goolsbee "ikut" dengan Obama sejak dia menjabat sebagai penasihat kampanye pemilihan presiden pada 2008.

"Selama tahun terakhir, Goolsbee telah membantu mengarahkan negara kita ke luar dari krisis ekonomi terburuk sejak Depresi Besar. Meskipun masih banyak pekerjaan ke depan, wawasan dan nasihat telah membantu membawa kita menuju ekonomi yang tumbuh dan menciptakan jutaan pekerjaan," kata Obama dalam pernyataannya.

Presiden AS pun memuji Goolsbee sebagai salah satu pemikir besar ekonomi Amerika ekonomi dan seorang teman dekat serta salah satu penasihat yang paling terpercaya.

"Saya akan selalu bangga dengan tahun-tahun saya yang telah menghabiskan dengan bekerja untuk presiden. Saya memuji keputusan Obama dan keberaniannya dalam menghadapi krisis ekonomi terburuk dari kehidupan kita," kata Goolsbee dalam pernyataannya.

Sekadar informasi, sebelum mengambil pekerjaan sebagai ketua CEA, Goolsbee pernah menjadi kepala ekonom presiden untuk Dewan Penasihat Pemulihan Ekonomi, yang dibentuk Obama untuk memberikan nasihat luar dan independen ketika ia menavigasi pemulihan ekonomi. Dia juga menjadi salah satu dari tiga anggota CEA. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    35.000 Orang Tunggu Kepastian Hukum Karyawan Chevron