Mekanisme Penyelesaian Komplain

BI Desak Perbankan Perjelas SOP

Rabu, 08 Juni 2011 11:42 wib | Idris Rusadi Putra - Okezone

Deputi Gubernur BI Muliaman D Haddad. Foto: Koran SI Deputi Gubernur BI Muliaman D Haddad. Foto: Koran SI JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendesak perbankan untuk memperjelas standard operating procedure (SOP) mengenai mekanisme penyelesaian komplain. Bank sentra itu menjelaskan kepentingan nasabah sekarang ini menjadi prioritas utama perbankan.

"Call centre bisa saja, yang kita minta mekanisme penyelesain komplain. Harus ada SOP-nya, Ada aturannya kapan, bagaimana komplainnya dijawab," ungkap Deputi Gubernur BI Muliaman D Haddad dalam acara Seminar Perlindungan Nasabah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Muliaman menjelaskan mekanisme komplain ini sebenarnya sudah ada, tetapi masih ada perbankan yang menjalankannya dengan tidak bagus. "Mekanisme dijalankan, ada yang bagus jalaninnya ada yang kurang bagus, sekarang ditekankan paradigma nasabah ini. Karena nasabah adalah investasi bank. Jangan sampai banknya di tinggalkan nasabah," jelasnya.

Dijelaskan Muliaman, jika nasabah merasa tidak puas dengan hasil keputusan tersebut, nasabah juga bisa langsung mengajukan mediasi ke bank sentral. "Kalau nasabah tidak puas bisa dibawah ke BI. Kalau mampu lagi silahkan ke pengadilan," tambahnya.

Ditambahkan Muliaman untuk mediasi di BI sendiri ini tidak memungut biaya sepeserpun dengan syarat komplain tersebut tidak berjumlah diatas Rp500 juta. "Layaknya Rp500 juta ke bawah, kalau yang kecil kecil pengadilan kan mahal, yang mahal silahkan ke pengadilan," pungkasnya. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป