World Economic Forum

RI Tak Perlu Bangga Jadi Tuan Rumah WEF

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Senin, 13 Juni 2011 08:57 wib
ilustrasi Foto: Koran SI
ilustrasi Foto: Koran SI
JAKARTA- Indonesia tidak harus bangga menjadi tuan rumah World Economic Forum (WEF) karena hal ini justru memperlihatkan bukti kegagalan pemerintah dalam menanggulangi krisis pangan.

"Penyelenggaraan WEF kemarin dan hari ini selalu dibayang-bayangi kegagalan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan khususnya karena WEF ini adalah instrumen utama globalisasi," ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henri Saragih ketika dihubungi okezone Senin (13/06/2011)

Ia melanjutkan bahwa globalisasi yang dicanangkan dunia sejak tahun 1996 lalu tidak terbukti mensejahterakan rakyat.

"Globalisasi hanya menyebabkan kemiskinan,kelaparan dan pengrusakan lingkungan yang semakin parah. Buktinya, jumlah orang kelaparan sekarang mencapai satu miliar orang di seluruh dunia," lanjutnya.

Ia pun pesimis pada kesanggupan 14 perusahaan multinasional untuk membantu Indonesia dalam menyelesaikan dan menambah daya saing petani Indonesia ke depan.

"Mereka itu kan pemain lama yang justru telah mematikan petani dan UMKM. Mereka juga yang telah membuat angka kelaparan kita terus banyak.  Saya pikir pemerintah tidak usah terlalu bangga dengan hasil-hasil WEF ini," tandasnya.

Seperti diketahui, WEF dilaksanakan kemarin dan hari ini. Salah satu hasilnya, adalah adanya komitmen dari 14 perusahaan multinasional untuk turut serta dalam program 20-20-20. Dalam starting pointnya selama tiga tahun ke depan, ditargetkan akan ada peningkatan produksi pertanian 20 persen, penurunan karbon dan kemiskinan sebanyak 20 persen.

Empat belas perusahaan tersebut diantaranya Nestle, Unilever, Sinarmas, Kraftfoods,  Dupont, Metro dan sebagainya. (and)
  • Satyanegara » 0 Tanggapan
    - benar klo turis tambah ke Indonesia bagus, tp klo soal menjadi penyelenggara WEF bangga ntar dulu. - Teliti dulu apakah WEF hanya alat globaslisasi. sebab globalisasi cenderung hanya u mengalirkan resources dari negara berkembang ke negara maju. Dg cetak uang dollar lalu dipompakan via pasar financial global uang yg dicetak itu ngalir ke negara berkembang bertukar aset strategis, sumber energy dll. akibatnya sumber energy,banyak dikuasai asing dan di negara sendiri jadi mahal. Pupuk yg bahan bakunya dari gas itu jadi kian mahal akhirnya petani tambah susah. Tak usah ikutan WEF tdk apa2 yg penting gas, batubara, minyak dikuasai sendiri utk kemakmuran rakyat sendiri sesuai amanah para pendiri bangsa yg tercantum pada pasal 33 UUD 45. Forum WEF bagi rakyat kecil ga ngaruh.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tata » 0 Tanggapan
    Jadi Tuan Rumah kok tidak Bangga. Itu sangat menguntungkan dari berbagai hal. Indonesia tentunya mendapat pemasukan dari transportasi dan penginapan para tamu negara lain. Pelayanan yang baik, tentunya akan menjadi nilai lebih bagi Indonesia dimata Internasional. Wisatawan mancanegara pun jadi lebih tertarik datang ke Indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit