Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kinerja Turun

Menteri BUMN Minta Jatah 2 Kursi Direksi Indosat

Yuni Astutik , Jurnalis-Jum'at, 24 Juni 2011 |14:23 WIB
Menteri BUMN Minta Jatah 2 Kursi Direksi Indosat
Menteri BUMN Mustafa Abubakar Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mendesak agar memiliki dua direksi perwakilan pemerintah dalam jajaran PT Indosat Tbk (ISAT)

"Kita sendiri mengusulkan ada penguatan perbaikan di dalam manajemen yang lebih kuat lagi. Kemudian kita juga mengusulkan kalau dapat jatah dua direktur, sekarang kan masih satu. Jadi kita harap dapat satu direktur lagi," ungkapnya saat ditemui di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

Selanjutnya, Sebagai pemegang saham seri A, pemerintah juga mengusulkan untuk menambah satu direktur di saham seri A dan saham seri B satu direktur. Hal ini pun sejalan dengan laporan dari pihak pemegang saham terbesar yaitu Qatar Telecommunication yang mengakui pencapaian kinerja yang turun. "Jadi kita harap dapat satu direktur lagi," ungkapnya.

Indosat akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, Jumat (24/6/2011), namun menurut Mustafa, RUPS hari ini bukan membahas masalah pergantian direktur. "Kali ini belum bahas dirut RUPS-nya. Barangkali RUPSLB tapi kapan karena sebagian besar direksi dan komisaris masa jabatan habis di tahun 2012," imbuhnya.

Sementara terkait dengan wacana pergantian dirut, dirinya mengaku tidak ada usulan nama. "Kita tidak ada usulan nama. Kalau yang ada pada kita sekarang cukup bagus. Pak Fajri bagus, kalau dia memenuhi syarat sebagai dirut kenapa tidak tetapi kan biasanya (pemilihan) pos dirut (dipilih) pemegang saham mayoritas sedangkan kita kan mayoritas," pungkasnya.

(Andina Meryani)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement