Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Sinarmas Tak Bagi Dividen

Erichson Sihotang , Jurnalis-Jum'at, 24 Juni 2011 |15:37 WIB
Bank Sinarmas Tak Bagi Dividen
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) baru akan membagikan dividen kepada para pemegang saham setelah rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perusahaan mencapai posisi 20 persen. Hingga akhir kuartal I-2011 posisi CAR perseroan baru mencapai 12,51 persen. Adapun laba akhir Desember 2010 sebesar Rp102 miliar masuk sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Bank Sinarmas Freenyan K Liwang menjelaskan, dana dari hasil penawaran Waran Seri I sebanyak Rp288 miliar dan laba ditahan sebesar Rp102 miliar akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pertumbuhan perusahaan. Dengan tambahan modal tersebut CAR akan berada pada posisi 14 persen dan diharapkan dijaga pada level 12,5 persen-14 persen hingga akhir tahun.

Adapun peningkatan modal tersebut dilakukan untuk mendukung ekspansi kredit dan jaringan, khususnya dalam menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai fokus bisnis, yang diharapkan dapat mulai dimaksimalkan mulai tahun ini.

"Ya kita harapkan 2-3 tahun mendatang CAR kita baru bisa mencapai 20 persen, saat ini fokus ke pertumbuhan perusahaan dulu," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (24/6/2011).

Sebagaimana diketahui, melalui hasil penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) kepada publik sebanyak 21,97 persen atau sebanyak 1,6 miliar saham baru, perseroan memperoleh dana sebanyak Rp240 miliar. Selain itu, perseroan juga akan mendapatkan dana sebanyak Rp288 miliar dari penerbitan Waran Seri I yang dijual bersamaan dengan saham perdananya. Pelaksanaan waran baru dapat dieksekusi pada 13 Juni 2011 hingga 11 Desember 2015 dengan harga penawaran Rp150 dan harga nominal Rp100.

"Saat ini sudah di-exercise sebanyak 91 persen dan kita harapkan akhir tahun bisa 95 persen," tambah dia.

Dia menambahkan, dengan penawaran waran ini saham publik akan menjadi 35,39 persen dan pemegang saham mayoritas, yaitu PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi sebanyak 58,73 persen dan PT Shinta Utama menjadi 6,29 persen. Menurut dia, publik masih memiliki peluang untuk menambah porsi hingga 40 persen.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement