JAKARTA - Standard Chartered Bank menuturkan tidak ada potential lost yang menimpa pihaknya, walau Bank Indonesia (BI) melarang memasarkan produk wealth management selama satu bulan. Kendati demikian bank asal Inggris ini mengaku terdapat pengaruh terhadap banknya.
GM Wealth Management & Country Head Consumer Banking Standard Chartered Lanny Hendra menjelaskan, waktu sebulan yang dilarang bank sentral digunakan untuk melakukan edukasi kepada nasabah.
"Potential lost tidak ada. Kalau kita, ikuti BI saja. Kita manfaatkan waktu yang diberikan waktu untuk lakukan program edukasi," jelasnya kepada wartawan, ketika ditemui di Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (8/7/2011).
Saat ini pun, Standard Chartered terus melakukan edukasi produk perbankan untuk keluarga muda Indonesia. Program ini berlangsung sejak 5 Juli sampai dengan 10 Juli 2011 di Atrium Lobi Mal Taman Anggrek.
"Agar nasabah lebih mengenal Standard Chartered, mengenal produk. Biar nasabah tahu program-program yang kompetitif dan juga untuk mengingat kita," tambahnya.
Sebagai informasi, BI melarang 23 bank menggaet nasabah kaya menyusul adanya persoalan wealth management. Larangan itu berlaku pada 2 Mei 2011 sampai dengan 3 Juni 2011.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.