Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ledakan Penduduk Jabar Picu Krisis Pangan

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 10 Juli 2011 |13:10 WIB
Ledakan Penduduk Jabar Picu Krisis Pangan
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

DEPOK - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengklaim akan mewaspadai terjadinya ledakan penduduk yang bisa mencapai 50 juta jiwa di 2012. Saat ini jumlah penduduk Jawa Barat sudah mencapai 43 juta jiwa.

Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan banyak permasalahan seperti persediaan lahan yang menyempit dan ketersediaan pangan yang berkurang. Dede mengungkapkan, dengan banyaknya penduduk secara otomatis kebutuhan pemanfaatan lahan dan pangan akan meningkat.

“Untuk itu perlu ada upaya antisipasi krisis lahan dan pangan.  Masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong untuk diubah menjadi lahan produktif, hal itu sebagai bentuk dari gerakan ketahanan pangan nasional. Apalagi, masyarakat kita merupakan pengonsumsi nasi terbesar di dunia,” paparnya kepada wartawan, Minggu (10/7/2011).

Selain krisis ketahanan pangan, lanjutnya, ledakan penduduk juga bisa mengancam krisis ketahanan energi. “Suplai BBM perhari hanya 900 ribu perbarel dari sebelumnya yang mencapai satu juta. Sementara, di Bojonegoro kemampuan perharinya hanya 100 ribu per barel. Kalau ada sumber minyak baru di Jawa Barat, ini akan sangat menguntungkan,” ujarnya.

Keadaan semakin diperparah dengan jumlah pengangguran yang masih tinggi. Saat ini, jumlah pengangguran di Jawa Barat kurang lebih sebanyak 2,5 juta jiwa.

“Kami fokuskan pada upaya peningkatan life skill. Lembaga pendidikan yang memfokuskan diri pada life skill dari tingkat penerimaan tenaga kerja cukup tinggi. Sebanyak 95 persen lulusan SMK diterima bekerja dan SMA hanya 70 persen,” jelasnya.

Hal inilah yang memicu Jawa Barat menjadi juara pertama perdagangan manusia. Jawa Barat juga paling tinggi mengalami kasus penyiksaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

“Hati-hati, pada bujuk rayu mereka yang menjanjikan kalau kerja di Timur Tengah bisa naik haji secara gratis. Saya minta kerja samanya untuk mengawasinya secara bersama-sama,” pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement