Harga Sembako Melambung, Ibu Rumah Tangga Kelimpungan

Minggu, 10 Juli 2011 18:19 wib | Muhammad Roqib - Koran SI

Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone BOJONEGORO - Harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro kian melambung. Kondisi itu membuat ibu rumah tangga kini terpaksa mengeluarkan biaya belanja dua kali lipat dari sebelumnya.

Titik Rahayu, 46, warga Desa Robayan, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, mengaku kini harus merogoh kocek sekira Rp130 ribu hingga Rp150 ribu untuk belanja bahan pokok di Pasar Purwosari, Bojonegoro.

“Padahal, saat harga bahan pokok belum naik, cukup mengeluarkan uang Rp60 ribu hingga Rp70 ribu,” ujar ibu rumah tangga ini saat ditemui sedang belanja di Pasar Purwosari, Bojonegoro, Minggu (10/7/2011).

Dia menyebutkan, harga bahan pokok yang melejit yaitu beras semula Rp6.000 per kilogram kini menjadi Rp6.700/kg, kacang tanah yang semula Rp12 ribu/kg melambung jadi Rp17.500/kg, telur yang semula Rp12 ribu/kg merangkak naik jadi Rp14.500/kg dan bawang merah yang semula Rp15 ribu/kg naik menjadi Rp17 ribu/kg.

Naiknya harga bahan kebutuhan pokok ini, kata dia, sangat memberatkan. Sebab, kenaikan harga bahan pokok bersamaan dengan masa pendaftaran masuk sekolah. “Sebagai ibu rumah tangga biasa, jelas saya kelimpungan,” tuturnya.

Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok juga dikeluhkan oleh Saruk, 45, pemilik warung kopi di Desa/Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Sebab, kalau biasanya dia hanya merogoh kocek Rp150 ribu untuk belanja berbagai bahan pokok, kini dia harus merogoh kantong lebih dalam untuk belanja.

“Sekarang, saya harus keluar uang Rp300 ribu untuk belanja,” ujarnya saat ditemui, di warung kopinya.

Saruk menyebutkan, harga kopi melejit dari Rp24 ribu/kg menjadi Rp28 ribu/kg. Begitu pula harga gula pasir naik dari Rp13.500/kg menjadi Rp16.500/kg. Sementara, harga minyak goreng naik dari Rp7.500/kg menjadi Rp8.700/kg. “Ongkos belanja naik dua kali lipat,” ujar Saruk sambil menyeduh kopi.

Kustini, 56, pedagang sembako di Pasar Purwosari, Bojonegoro, menuturkan, tren kenaikan harga bahan pokok mulai terjadi sejak dua pekan terakhir. Kenaikan harga bahan pokok mulai Rp500 hingga Rp3.000 dari sebelumnya. “Saya perkirakan kenaikan harga bahan pokok ini akan terjadi hingga bulan Ramadan nanti,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok dipicu beberapa faktor. Di antaranya, gagal panen padi hingga tiga kali masa tanam yang dialami petani, mendekati bulan puasa, dan aksi borong bahan pokok yang dilakukan oleh tengkulak. “Mestinya, pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok ini,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri terkesan lamban mengatasi kenaikan harga bahan pokok ini. Buktinya, sejak dua pekan terakhir, belum ada upaya konkret yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan harga bahan pokok.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Bambang Suharno, menampik kalau disebut lamban mengatasi kenaikan harga bahan pokok ini.

Menurutnya, mulai pekan ini pihaknya akan melakukan operasi pasar murah di 12 titik di wilayah Bojonegoro. Selain itu, melakukan operasi pasar beras bersama Bulog Bojonegoro. “Mulai besok kami akan gencar melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok,” ujarnya.

Kenaikan harga bahan pokok, kata dia, biasa terjadi saat mendekati bulan puasa. Oleh karena itu, kata dia, dia mengimbau warga agar tidak panik dengan memborong sembako. “Kenaikan ini masih normal,” tuturnya. (Muhammad Roqib/Koran SI/ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »