ilustrasi
BALIKPAPAN - Perusahaan daerah (Perusda) Balikpapan menargetkan akhir 2011 ini akan memulai proyek pembangunan city gas di Kota Balikpapan. Perusda Balikpapan pada langkah awal diperkirakan akan menyasar pada market pasar di bidang perumahan serta industri.
Untuk merealisasikan itu, Perusda melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang dilakukan di Aula Pemkot disaksikan oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. MoU pemanfaatan energi dengan PGN diwakili Direktur Keuangan Reza Pahlevi sedangkan pihak Perusda diwakili Dirut Perusda Poerba Widjaya.
Dirut Perusda Balikpapan Poerba Widjaya mengatakan tahap awal program ini akan dilakukan untuk wilayah selatan, yakni kawasan properti dan industri di Batakan. "Maping area wilayah selatan di Regency dan batakan untuk properti. Rumah tangga juga cuma-cuma permasalahan dipipanisasi. Nah ini bagian dari tugas PGN untuk melakukan pemetaan jadi kita lihat pasarnya," terang Poerba usai MoU dengan PGN, di Balikpapan, Selasa(12/7/2011).
Menurut Poerba, program city gas ini sudah sempat didengungkan empat tahun lalu dan saat ini sudah dilakukan studi kelayakan. "Untuk akhir tahun ini kita harapkan sudah tahulah berapa alokasi kebutuhan gas untuk program city gas di Balikpapan ini," katanya.
Saat pertemuan awal, dengan pemkot dan pihak terkait, kata Poerba, pemkot meminta sekira 20 mmscfd. "Kita sudah minta kepada beberapa perusahaan yang bergerak di migas di sini. Selama ini pasokan lokal belum ada paling tidak kita diberi 10 persen dari pasokan deposit yang ada di Kaltim dengan wilayah kerja perusahaan-perusahaan di sini kita berharap mendapat itu," harapnya.
Dia juga menyebut kerja sama dengan PGN ini dikarenakan BUMN ini dinilai sangat mumpuni dalam bidang tersebut sehingga tidak diragukan lagi kapasitasnya. Seperti dalam hal pembuatan jalur pipanisasi dan pemetaan wilayah. "Nantinya pipanisasi gas ini akan dibuat di perkotaan dan di sisi jalur pantai. Itu juga menjadi bagian dari tugas PGN. Mereka kapasitasnya sudah tidak diragukan lagi," tuturnya.
Soal besaran Investasi yang akan ditanamkan perusda, Dirut Perusda ini mengaku akan mengandeng Bank BUMN, karena proyek ini dari sisi bisnis sangat visible dan menguntungkan. "Proyek ini sangat visible sehingga pendanaanya tidak ada masalah. Kan tinggal lihat produknya dan pasarnya," ujarnya.
Dia mengatakan, program gas nasional ini selain ramah lingkungan juga efisien penggunaannya. Balikpapan belum memanfaatkan keunggulan itu sambil terus melakukan upaya pendekatan kaepada perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Balikpapan untuk bersedia memberikan bantuan gas kepada pemkot. Mengingat Balikpapan harus ditopang oleh kesiapan infrasturktur termasuk keberadaan energi dalam persaingan dengan kota lain. (and)