The Fed Takkan Diam Jika Ekonomi Melemah

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Kamis, 14 Juli 2011 10:24 wib
Gubernur The Fed Ben Bernanke. Foto: AP
Gubernur The Fed Ben Bernanke. Foto: AP
WASHINGTON - Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bank sentral siap untuk memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut jika ekonomi Amerika Serikat (AS) melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Hal ini mengisyaratkan para pembuat kebijakan secara aktif untuk mempertimbangkan stimulus lebih lanjut.

Memandang betapa rapuhnya perekonomian AS setelah Great Recession selama dua tahun terakhir, Bernanke meyakini bahwa semua permasalah akan berlalu. Kendati demikian, dia tampak kurang percaya diri dalam proyeksi tersebut dan lebih menghibur diri tentang kemungkinan adanya putaran lain dari stimulus.

"Kemungkinan bahwa ekonomi melemah baru-baru ini mungkin terbukti. Serta lebih gigih dari yang diharapkan di mana risiko deflasi akan muncul kembali, menyiratkan kebutuhan akan dukungan kebijakan tambahan," kata Gubernur The Fed, Bernanke, dilansir dari Associated Press, Kamis (14/7/2011).

Bernanke mencatat perkiraan The Fed untuk Juni, yang sudah direvisi turun secara signifikan dari April. Ini menunjukkan pertumbuhan pekerjaan pada dasarnya berhenti Mei dan Juni, sedangkan tingkat pengangguran naik menjadi 9,2 persen.

Akibatnya, saham-saham AS terpantau ambles selama seminggu terakhir di tengah kekhawatiran tentang masalah utang Eropa dan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS. Di mana saham di AS rally 1,2 persen, sementara harga obligasi negara dan dolar jatuh.

Saat dikonfirmasi apakah The Fed bersedia memulai program lain seperti pembelian obligasi jika perekonomian merosot, hanya dikatakan bila segala kemungkinan tersebut masih ada. "Kita harus menyimpan semua opsi di atas. Kita tidak tahu di mana perekonomian akan pergi," ujarnya.

selain itu, Bernanke mengatakan dengan menekan anggaran, mengulangi peringatan bahwa kegagalan untuk menaikkan plafon utang AS akan menghadapi pukulan berat untuk pemulihan ekonomi global.

"Pemotongan program atau menaikkan pajak dengan cara yang akan mengurangi permintaan agregat akan memperlambat ekonomi," katanya. (ade)
TWITTER »
twit