Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antisipasi Kenaikan BBM, Bank Jabar Negosiasi dengan Kreditur

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2011 |09:33 WIB
Antisipasi Kenaikan BBM, Bank Jabar Negosiasi dengan Kreditur
Ilustrasi
A
A
A

DEPOK - Hingga kini pemerintah masih gamang untuk memutuskan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sementara banyak kalangan termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kenaikan harga BBM harus segera direalisasikan untuk mengatasi beban APBN yang membengkak menanggung subsidi.

Bagi pihak perbankan, kenaikan harga BBM ternyata dikhawatirkan akan berpengaruh. Salah satunya yakni PT BPD Jabar Banten Tbk (BJB) cabang Depok yang sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM.

Kepala cabang BJB Depok Wawan Indrawan mengatakan kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat. Apalagi jika berdampak pada pengusaha yang dibiayai atau diberikan modal oleh BJB.

“Ini sudah jadi pemikiran bagi kami, kenaikan harga BBM khawatir akan mempengaruhi pengusaha yang meminjam modal kepada kami, omzetnya menurun lalu pembayaran tak lancar kepada kami,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (14/7/2011).

Namun, kata Wawan, pihak perbankan mengaku tetap harus siap menghadapi kebijakan pemerintah tersebut. Pihaknya sudah mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM dengan bernegosiasi bersama kreditur.

“Kami berperan memberi solusi dan bantuan pemikiran kalau hal ini sampai terjadi, jangan sampai pembayaran tak lancar kepada kami,” tandasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement