JAKARTA - Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional, merevisi prospek atau outlook PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dari stabil menjadi negatif. Sementara peringkat jangka panjang BTEL dalam mata uang asing dan lokal ditetapkan pada level B.
Prospek negatif tersebut mencerminkan rasio utang dan kemampuan pemenuhan kewajiban BTEL, yang dikhawatirkan melanggar pedoman penetapan peringkat. “Ini mungkin terjadi apabila target pertumbuhan pendapatan pada tahun ini tidak terealisasi,” ujar analis Fitch Ratings Any Sirapurna dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Bakrie Telecom menderita penurunan laba bersih yang cukup signifikan hingga 90 persen di 2010. Operator seluler Esia itu hanya mencatat laba bersih Rp9,975 miliar di 2010, merosot hingga 90 persen dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp98,442 miliar.
Anjloknya laba bersih itu karena meningkatnya beban pajak dan turunnya laba usaha di 2010. BTEL pada tahun 2010 mencatat laba usaha Rp190,803 miliar, turun tajam dibandingkan laba usaha di 2009 yang sebesar Rp279,258 miliar.
Dari sisi pendapatan usaha mengalami penurunan tipis dari Rp2,742 triliun di 2009 menjadi Rp2,765 triliun di 2010. Sementara beban usaha meningkat dari Rp2,463 triliun di 2009 menjadi Rp2,574 triliun di 2010. Beban pajak meningkat dari Rp47,272 miliar di 2009 menjadi Rp82,557 miliar di 2010.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.