ilustrasi Foto: Tangguh Putra/okezone
JAKARTA - Pemerintah mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk menyisihkan sebagian penghasilannya ke dalam tabungan perumahan. Untuk itu, pemerintah menggandeng Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) dapat membantu mensosialisasikan program perumahan rakyat.
Dengan adanya tabungan perumahan diharapkan MBR dapat menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diterima untuk ditabungkan ke dalam tabungan perumahan. "Dengan demikian, dari dana itu akan terkumpul sejumlah dana yang cukup besar yang dapat digunakan untuk membangun perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Perumahan Rakyat, Jumat (22/7/2011).
Suharso mengharapkan MP3I tetap menjadi partner pemerintah dalam memastikan secure tenure (kepastian bermukim) dari masyarakat Indonesia terutama dalam mencari jalan keluar terbaik dalam mengatasi sisi pasokan untuk menyediakan rumah yang terjangkau bagi MBR.
"MP3I juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kepada pemerintah daerah terkait pengadaan land banking (Bank Tanah), karena dengan adanya ketersediaan bank tanah di daerah pada dasarnya memberikan keuntungan bagi Pemda sendiri. Pasalnya, tanah atau lahan yang ada saat ini jumlahnya tentu tidak akan bertambah dan akan terus berkurang mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terutama untuk kebutuhan perumahan," jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum MP3I Noer Soetrisno mengatakan MP3I kedepan akan terus menjadi mitra pemerintah dalam upaya penyediaan perumahan dan kawasan permukiman khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Setidaknya ada tiga agenda MP3I ke depan, yaitu memperdalam gagasan pembentukan BLU perumahan di daerah, mendorong daerah untuk mendirikan BLU Perumahan Daerah (BLUD), serta turut pro aktif menyediakan mediasi dan konsultasi pendirian BLUD perumahan di beberapa daerah sebagai model percontohan," tandar Noer.
(and)