Hadapi AEC, ASEAN Harus Terbuka

Fajar Nugraha - Okezone
Senin, 25 Juli 2011 13:44 wib
Logo ASEAN
Logo ASEAN
JAKARTA - Negara ASEAN harus terbuka dalam menghadapi perubahan guna menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).

"Namun, butuh kesiapan dari para anggota ASEAN untuk membuka diri," tutur Sekretaris Jenderal Surin Pitsuwan, menanggapi pertanyaan dari delegasi Malaysia melalui video conference, di kantor Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (25/7/2011).

Isu ekonomi memang tidak luput dari pertemuan ASEAN Regional Forum dan ASEAN Ministerial Meeting (ARF/AMM) di Bali. "Kami akan tuntas melakukan promosi untuk membuka investasi," lanjut Surin.

Surin juga menyebutkan, tantangan yang dihadapi negara ASEAN menuju AEC 2015. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah penguatan sektor jasa. "Sektor jasa saat ini lebih menarik manufaktur. ASEAN harus memperkuat sektor jasa agar investor tidak lari ke wilayah lain," ucapnya.

"USD15 juta-USD16 juta investasi bisa kabur ke wilayah lain, bila negara ASEAN tidak mengatasi perbedaan di antara negara anggota," tandasnya.

Hal penting yang perlu disorot adalah sektor usaha kecil menengah (UKM) dalam penguatan ekonomi Asean. Menurut mantan Menlu Thailand tersebut, ASEAN terus mendukung UKM bersamaan dengan mempercepat program kerja Inisiatif Integrasi Asean (IAI) kedua, serta mempercepat implementasi rencana kerja ASEAN small and medium enterprises (SMEs). ASEAN juga harus memperkuat upaya perkembangan ekonomi yang berkesinambungan. (wdi)
TWITTER »
twit