>

Kemenkeu Siap Bina PNS yang Pensiun Dini

Selasa, 26 Juli 2011 - 13:45 wib | Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Ilustrasi Foto: okezone

Kemenkeu Siap Bina PNS yang Pensiun Dini
JAKARTA - Kementerian Keuangan mengungkapkan selain golden shake hand, pembinaan akan dilakukan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memang berinisiatif mengambil program pensiun dini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulya P Nasution menjelaskan jika memang para PNS tertarik untuk mengambil program pensiun dini, maka akan diberikan pelatihan seperti wirausaha oleh pemerintah. Selain itu pemerintah juga akan memberikan uang kompensasi jika memang para PNS tersebut mau menerapkan program pensiun dini.

"Namun memang semua itu harus disesuaikan dengan anggaran negara," ujar Mulya kala ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Lapangan banteng, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Dijelaskannya, dengan adanya pelatihan dan insetif yang diberikan oleh Kementerian bukan berarti akan menyebabkan anggaran negara menjadi bengkak. "Besarnya (kompensasi dan pelatihan) tidak akan terlalu memberatkan anggaran, kita sudah perhitungkan itu," tambahnya.

Lebih jauh dia menuturkan, pemerintah memang belum pernah merupakan skema ini sebelumnya. Karenanya swasta, terutama perbankan, akan menjadi benchmark untuk program pensiun dini ini. "Jadi kita gunakan pengalaman di perbankan dan swasta," jelasnya.

Adapun sektor perbankan yang menjadi acuan dari pensiun dini ini, kata dia, adalah Bank Mandiri dan Bank Permata. "Sudah pernah (diterapkan) bank Mandiri dan Permata. Sekira 6.000a-n orang (diajukan) untuk SDMĀ  ada 2.000 orang (pensiun) ," tuturnya.

Hanya saja dengan skema tersebut dibuka, ada kemungkinan mereka yang harapkan tidak mengambil program pensiun dini malah akan mengambil, sementara yang diharapkan malah tidak.

"Nah beberapa orang tertentu yang kita anggap tidak layak untuk mengambil (pensiun dini), nanti akan ada dialog konsuling untuk dia tidak menggunakan (pensiun dini)," tandasnya. (and)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rupiah Galau Menanti Kabinet Jokowi