JAKARTA - Pemerintah menjanjikan akan memfasilitasi dan memberikan stimulus dalam membangun rumah murah layak huni untuk masyakarakat miskin. Pemerintah menargetkan akan memberikan fasilitas pembangunan rumah murah ini sebanyak 650 ribu unit sampai 2014.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah pusat akan membantu membangunkan infrastruktur dan skala lingkunganya.
"Untuk rumah murah ini, harganya Rp25 juta, di sini kita tidak membangun, yang membangun adalah pengembang, kita hanya memfasilitasi," ungkap Suharso ketika konferensi pers, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/7/2011).
Dia menjelaskan fasilitas yang diberikan pemerintah itu berupa listrik murah, air murah yang sudah termasuk dalam program rumah murah ini.
Dia juga mengatakan rumah murah ini adalah rumah layak huni dengan luas 36 meter persegi, dengan material yang bisa dipertanggungjawabkan serta antigempa.
Lebih lanjut dia menjelaskan, fasilitas lain yang diberikan pemerintah dalam kepemilikan rumah murah ini adalah masyarakat tidak perlu membayar uang muka, serta ada jaminan dari pemerintah bagi masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap.
"Rp25 juta ini tanpa uang muka, kata Bank Indonesia itu dapat dilaksanakan, tanpa uang muka. Jadi tukang bakso, tukang somay bisa mendapatkan rumah ini," ujar Suharso.
"Rumah ini dibayar dengan mekanisme FLPP murni, dan satu lagi FLPP ada jaminan dari pemerintah atau asuransi karena nonbankable, harus ada jaminan dari Askrindo, buat yang penghasilan tidak tetap tapi punya kapasitas," terangnya.
Mengenai FLPP ini pemerintah menjamin tidak akan ada kenaikan suku bunga berjalan, dan ini dicicil dalam rentang waktu 15 tahun.
"Suku bunganya tidak naik, dan ini dicicil selama 15 tahun, sehingga pembeli itu benar benar dijamin cicilannya tidak berubah," pungkasnya.
(Andina Meryani)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.